Program MCAP Goes To School Diskominfo Babel Kunjungi SMPN 6 Keretak

PANGKALPINANG –Guna meningkatkan pelayanan bidang teknologi informatika di kalangan pelajar , Dinas Kominfo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali mengadakan M-CAP Goes to school, jika sebelumnya dilaksanakan di SMPN 1 Puding Besar Kabupaten Bangka, maka hari ini Rabu (22/03/2017) melakukan kunjungan dengan lokus di SMPN 6 Keretak yang berada di Desa Keretak Kecamatan Sungaiselan - Kabupaten Bangka Tengah.

Sekolah yang berdiri sejak tahun 2013 melalui bantuan dana Hibah Pemerintah Australia (AusAID) tersebut diungkapkan Slamet Riyadi selaku kepala sekolah SMPN 6 Keretak memiliki kurang lebih 400 siswa/i dan beberapa tenaga pengajar.

Dalam kesempatan tersebut, Slamet Riyadi selaku kepala sekolah menyatakan apresiasinya atas kegiatan M-CAP Goes To school tersebut. Apresiasi tersebut disampaikannya mengingat melalui Kegiatan M-CAP ini membantu pihak sekolah meningkatkan kapasitas siswa/i khususnya terkait pembelajaran bidang teknologi informatika.

“Program M-CAP kesekolah – sekolah khususnya untuk SMPN 6 Sungaiselan sangat baik dan sangat mendukung program kegiatan sekolah yang saat ini mengarah pada teknologi informatika, dimana SMPN 6 Keretak untuk tahun 2016 – 2017 ditunjuk sebagai pelaksana UNBK (ujian nasional berbasis komputer) se Kecamatan Sungai Selan dari 8 sekolah jenjang SMP/MTS”, ungkap Slamet.

Slamet juga berharap kegiatan M-CAP kesekolah ini bisa lebih intens, berkelanjutan serta adanya penambahan sarana komputer sehingga siswa/i dapat lebih leluasa mengikuti kegiatan pembelajaran bidang teknologi informatika.

Sementara itu Kasi Pemberdayaan TIK Diskominfo Babel Eko Prasetyo sangat mengapresiasi respon siswa/i yang antusias mengikuti kegiatan pembelajaran.

“Siswa/i nya antusias sekali belajar bersama mengenal lebih jauh tentang apa itu internet sehat bagi pelajar, dan praktek mengenai pembekalan mengenai dasar- dasar membuat surel (seperti email), bagaimana cara attach file melalui email hingga proses pengiriman dan pengenalan dasar-dasar perangkat lunak/software,” ungkap Eko.

Eko juga menjelaskan kegiatan pemberdayaan bidang teknologi informatika melalui sarana M-CAP tidak saja focus pada siswa/i sekolah namun juga menjangkau masyarakat khususnya masyakat yang berada di lokasi dimana tingkat aksesibilitas terhadap layanan internet masih perlu mendapat perhatian sejalan dengan satu tugas pokok dari dinas kominfo selaku penyelenggara layanan di bidang TIK.

“Saat ini kan siswa/i dalam pelaksanaan ujian sudah berbasis komputer, tentunya ini menjadi faktor pertimbangan kami memilih sekolah sebagai satu lokus utama kegiatan pemberdayaan TIK, juga kami memiliki sasaran menjangkau masyarakat yang tingkat akses terhadap teknologi masih perlu mendapat perhatian, ungkap Eko.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Khalimo Tabarani