Rakor Riskesdas 2018 Libatkan Dinkes dan BPS Babel

PANGKALPINANG – Riset Kesehatan Dasar 2018 berintegrasi dengan Survei Sosial Ekonomi Nasional 2018. Hasil riset akan menjadi dasar dalam mengevaluasi dan merencanakan program kesehatan Indonesia.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto dalam Rapat Koordinasi Teknis Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 di Soll Marina pada Kamis (8/2).

“Survei berkala akan dilakukan untuk memantau indikator status kesehatan masyarakat dan yang memengaruhinya. Kegiatan awal pengumpulan data di lapangan harus direncanakan dengan baik. Kita harus melakukan sosialisasi dan konsolidasi dengan seluruh pihak terkait, baik di pusat maupun daerah,” ujar Mulyono.

Untuk penajaman indikator yang akan diukur, Kementerian Kesehatan melakukan koordinasi dengan lintas program, terutama Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut Mulyono, dengan keterlibatan BPS, kualitas hasil Riskesdas 2018 akan sama atau setara dengan hasil Susenas besutan BPS. “Pelaksanaan Riskesdas yang sedianya akan dilakukan Maret sampai dengan Mei 2018 ini membutuhkan dukungan metodologi, nilai penimbang, integrasi dengan variabel sosial ekonomi pada Susenas,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darwis Sitorus, mengatakan bahwa pengintegrasian Riskesdas 2018 dengan Susenas ini akan mewujudkan one data indikator sosial ekonomi dan kesehatan.

“Pelaksanaan Susenas dilaksanakan dua kali dalam setahun, yaitu di bulan Maret untuk estimasi sampai level kabupaten/kota, dan di bulan September untuk estimasi sampai level provinsi. Sedangkan pelaksanaan Riskesdas dilaksanakan dalam satu waktu sekaligus untuk keperluan estimasi kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Jadwal Riskesdas ini akan dijadwalkan sama dengan Susenas Maret 2018,” jelasnya.

Integrasi Riskesdas dengan Susenas ini akan menghasilkan data yang bersinergi . Desain sampel Susenas 2018 dibuat bersamaan dengan kegiatan Riskesdas 2018. Darwis menjelaskan bahwa ada beberapa pertanyaan yang sebelumnya berada dalam daftar Susenas, akan dialihkan pada Riskesdas. “Selanjutnya, perubahan desain pertanyaan akan menghasilkan pengukuran yang lebih lebih spesifik, misalnya perilaku merokok, imunisasi, pemberian ASI dan makanan pengganti ASI,” tukas Darwis.

 

 

 

 

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adinda (Pranata Humas Dinkes Babel)
Fotografer: 
Adinda
Editor: 
Irwanto