Rapat Evaluasi Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Pulau Bangka dan Belitung

PANGKALPINANG – Dalam rangka percepatan pengembangan daerah, pemerintah menerapkan strategi melalui pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk keseimbangan pembangunan antar wilayah dengan membentuk Kawasan Ekonomi Khusus.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah, pada kegiatan rapat evaluasi KEK Tanjung Kelayang hari Selasa (05/07/2017) bertempat di ruang Rapat Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Evaluasi KEK Tanjung Kelayang diselenggarakan oleh Sekretariat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan diikuti oleh perangkat daerah BAPPEDA Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurut Wakil Gubernur, percepatan perkembangan daerah melalui KEK dapat terlihat dari perkembangan dan pertumbuhan di wilayah KEK Tanjung Kelayang Kabupaten Belitung, dimana sejak ditetapkan sebagai KEK pariwisata telah membawa dampak bagi perkembangan pariwisata di Pulau Belitung dan masyarakat disekitar.

“Di Pulau Belitung sudah ada KEK pariwisata yaitu Tanjung Kelayang, dan kami melihat bahwa di pulau Bangka juga ada dan memiliki potensi untuk dikembangkan dan dapat menjadi KEK pariwisata seperti di Pulau Bangka ada wilayah Tanjung Gunung, atau Tanjung Pesona. Dan potensi tersebut layak didorong untuk menjadi KEK pariwisata,” ungkap Wakil Gubernur.

Bentuk perkembangan industri pariwisata di sekitar wilayah KEK Tanjung Kelayang Belitung adalah dengan tumbuhnya bisnis perhotelan di Pulau Belitung yang sangat mendukung kegiatan pariwisata.

“Tanjung Kelayang saat ini dalam tahap pembangunan, selain itu juga telah tumbuh dan berkembang hotel-hotel untuk mendukung kegiatan pariwisata yang memang membutuhkan akomodasi penginapan seperti hotel. Dan pada tahun ini juga sudah ada beberapa investor di bidang perhotelan yang akan melakukan pembangunan di Belitung,” ungkap Wagub.

Hal senada juga disampaikan oleh Mardi Santoso selaku Kepala Bagian Perencanaan dan Kerjasama KEK bahwa wilayah KEK Tanjung Kelayang merupakan salah satu KEK dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. 

“Jika dibandingkan dengan wilayah KEK yang lain, belum sampai 3 (tiga) tahun Tanjung Kelayang sudah bisa beroperasi sejak ditetapkannya Peraturan Pemerintah tentang KEK. Dengan penetapan KEK ini kita lihat bahwa pertumbuhan dan perkembangan wilayah Tanjung Kelayang Belitung sangat cepat, mulai dari sisi pembangunan infrastruktur serta dari sisi investasi pun sudah banyak yang masuk. Dengan adanya KEK ini dampaknya memang tidak bisa cepat, tapi yang diharapkan adalah bagaimana dengan penetapan KEK ini bisa memberikan efek positif sampai kepada masyarakat bawah,” tegas Mardi.

Wakil Gubernur juga menjelaskan bahwa dengan adanya penetapan KEK di wilayah Bangka dan Belitung merupakan salah satu upaya dan cara pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan dan tumbuhnya kegiatan industri, ekspor, impor dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi. 

“Dengan adanya penetapan KEK pada wilayah tersebut, kami harapkan dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi pada wilayah tersebut. Selain itu juga dengan adanya penetapan KEK ini akan memberikan peluang dan kesempatan kepada masyarakat yang ada di sekitar wilayah KEK tersebut untuk berkarya dan mengembangkan kegiatan ekonomi seperti pengembangan UMKM,” ungkap Wakil Gubernur.

Selain penetapan KEK bidang pariwisata, saat ini juga telah ditetapkan KEK bidang Industri untuk wilayah Tanjung Ular Kabupaten Bangka Barat. Terkait dengan pengembangan KEK selain Tanjung Kelayang Belitung, Mardi Santoso mengungkapkan perlu adanya variasi tematik dalam penetapan KEK dan integrasi antar wilayah KEK.

“Integrasi merupakan hal penting, dalam artian mengintegrasikan antara wilayah KEK yang satu dengan yang lainnya. Jadi antara KEK yang satu dengan yang lain tidak saling berkompetisi, namun justru bisa saling terintegrasi,” ungkap Mardi.

Mardi juga mengungkapkan dalam pengembangan KEK dibutuhkan adanya dukungan dari stekeholder terkait, yaitu pemerintah, badan usaha dan tentunya dukungan investor baik lokal maupun internasional.

“Dari badan usaha memang harus aktif dalam mencari investor untuk mendorong percepatan KEK. Diharapkan investor dapat menanamkan bisnisnya disini,” tutup Mardi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
stevani
Fotografer: 
stevani