Realisasi Penanaman Pohon Sudah 7,5 Juta Batang

Muntok – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus melaksanakan program penanaman pohon secara nasional. Hingga saat ini, penanaman pohon di Bangka Belitung sudah mencapai 7.566.938 batang. Selain dilakukan pemerintah, program penanaman pohon juga melibatkan masyarakat.

Nazalyus Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pencapaian 7.566.938 batang pohon tersebut diperoleh dari program sektor kehutanan. Jumlah ini termasuk kegiatan DAK kehutanan dan program sektor perkebunan karet serta gerakan penanaman oleh masyarakat. 

"Gerakan penanaman satu miliar pohon untuk dunia sebagai salah satu gerakan menurunkan emisi gas rumah kaca," ungkap Nazalyus saat peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional tahun 2016, di Sungai Daeng Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Senin (28/11/2016).

Dampak gerakan moral penanaman satu miliar pohon yang telah dicanangkan sejak tahun 2010 sudah bisa dirasakan. Berbagai lembaga semakin intensif melaksanakan program penanaman pohon.

Namun, kata Nazalyus, degradasi hutan dan lahan di Bangka Belitung masih lebih besar dibandingkan upaya rehabilitasi dan penghijauan. Peringatan hari menanam pohon Indonesia dan bulan menanam nasional bertujuan mendukung program penanaman pohon satu miliar.

Kegiatan ini merupakan bagian dukungan masyarakat Indonesia untuk dunia serta memberikan dorongan kepada berbagai pihak agar mencintai lingkungan. Selain itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan peran serta semua pihak dalam upaya mitigasi lahan kritis.

Lokasi penanaman seribu bibit pohon dipusatkan di kawasan hutan Tahura Gunung Menumbing di Kelurahan Sungai Daeng. Sekitar 800 bibit telah ditanam tanggal 26 hingga 27 November 2016, sedangkan saat pelaksanaan puncak kegiatan menanam sebanyak 200 bibit secara serentak.

“Semua peserta melakukan penanaman pohon. Bibit tanaman berupa Cemara Laut dan Ketapang berjumlah 800 batang. Sedangkan sisanya sebanyak 200 batang berupa bibit tanaman buah Mangga dan Rambutan," jelasnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Nona Dian Pratiwi
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra