RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno Jalin Sister Hospital Bersama RS Jantung Nasional Harapan Kita

PANGKALPINANG -- Pelayanan kesehatan harus optimal. Caranya, menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Sebab pemerintah wajib melindungi segenap tumpah darah Indonesia di antaranya, melindungi dalam bentuk pelayanan kesehatan.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah saat penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Tanjung Pendam, Lantai II Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin (12/3/2018).

Kesepakatan ini terkait peningkatan dan pengembangan pelayanan kesehatan RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno. Adapun kesepakatan ini tentang jejaring pelayanan dan rujukan, pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang jantung dan pembuluh darah.

"Hari ini, kita bangun titik tekan untuk memanfaatkan potensi keahlian dan fasilitas. Sehingga mampu memberikan dan meningkatkan kualitas pelayanan mengenai penyakit jantung dan pembuluh darah. Diharapkan ini menjadi rumah sakit jantung pertama di Babel,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov Babel telah menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta terkait bedah syaraf. Sejumlah kebijakan ini bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan di Bangka Belitung.

Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dr. Iwan Dakota, Sp.JP mengatakan, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita menjadi rumah sakit vertikal pemerintah pusat.Jumlah karyawan sekitar 1900 orang dengan tenaga 60 kardiolog dan bedah. Rumah sakit ini menjadi rujukan tertinggi untuk penyakit jantung di Indonesia.

Tahun 2008 didelegasi pemerintah sebagai RS Pusat Jantung Nasional. Sedangkan tahun sebelumnya, 2017 menguatkan tupoksi jantung nasional dan pusat pengampu penyakit jantung, pengampu jejaring penyakit cardio vaskular nasional dari Aceh hingga Papua.

“Saat ini, sudah 14 rumah sakit rujukan provinsi yang kami bina. Adanya kerja sama ini, menjadi kewajiban bagi kita untuk melakukan pembinaan. Harapannya pelayanan penyakit jantung di Babel dapat ditingkatkan dengan metode penyapihan," jelasnya.

Tak hanya pendampingan, sebab diharapkan dengan adanya tim ahli, pelayanan dilakukan secara mandiri. Setiap jangka waktu tertentu, akan dilakukan monitor, evaluasi. SOP yang digunakan sama, dengan harapan mutu setara dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

"Jika memang hal ini dilakukan, ke depan perlu membuat rencana strategis yaitu bangunan, alat kesehatan (Alkes) dan SDM. Semua itu untuk pelayanan cardio vaskular yang baik di Babel, dan RS Ir Soekarno mendapat predikat layanan paripurna," harapnya.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Istimewa
Editor: 
Irwanto