Rudiantara: Membangun Reputasi dan Kerja Nyata Harus Sama

Bandung – Cara kerja komunikasi pemerintah harus diperbaiki. Pasalnya publikasi kementerian masih bergerak sendiri-sendiri. Sistem ini harus diubah dengan duduk bersama mengkomunikasikan, mengintegrasikan semua konten yang harus dikomunikasikan kepada publik dengan narasi tunggal.

"Membangun reputasi dan kerja nyata itu harus sama. Istilahnya work the talk, and talk the work," tegas Rudiantara Kemenkominfo RI melalui video teleconference saat acara temu Bakohumas dan Komunitas Informasi Tingkat Nasional tahun 2016, di Hotel Harris, Bandung, Kamis (17/11/2016).

Lebih jauh ia menjelaskan, sampaikan dan komunikasikan hasil pekerjaan. Aparatur bekerja dan menghasilkan sesuai yang dibicarakan. Namun untuk publikasi, setiap kementerian memiliki website dan jalan sendiri-sendiri. Hadir inpres tentang GPR diharapkan dapat mengubah cara kerja komunikasi pemerintah.

Semua harus duduk bersama, mengkomunikasikan, mengintegrasikan konten dan sistem yang harus dikomunikasikan kepada publik dengan narasi tunggal. Ia berharap tidak ada lagi ego sektoral. Sekarang ada ruang untuk narasi tunggal dalam kegiatan internasional.

“Integrasi kementerian, lembaga dan provinsi di Indonesia dapat memperkuat jaringan dalam konteks kehumasan. Karena terdapat 514 Dinas Komunikasi dan Informatika atau bidang kominfo di seluruh Indonesia. Teruslah bekerja sama, mengintegrasikan diri agar komunikasi bisa semakin baik,” ujarnya.

Sementara Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat mengakui kehumasan memiliki peranan penting. Humas menyampaikan peran pemerintah untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Tanpa ada peran humas, masyarakat tidak tahu yang telah dilakukan pemerintah. Namun pemerintah kurang gencar menghadirkan informasi kepada masyarakat.

“Inilah yang terjadi. Saat ini kehumasan pemerintah semakin baik. Informasikan kerja pemerintah, rumuskan bersama-sama agar tidak ada salah paham dengan masyarakat. Itulah fungsi humas sebetulnya," ujar Gubernur dengan sapaan Aher ini.

Humas tidak hanya memberitakan. Ia menegaskan, tugas humas belum selesai setelah berita dimuat di media cetak dan elektronik. Tugas humas dikatakan berhasil jika 50 persen penduduk dewasa di suatu provinsi mengetahui kerja pemerintah.

“Harus ada target penyampaian informasi melalui media. Jangkauan informasi meliputi seluruh wilayah dan biasanya berbanding lurus dengan biaya. Sebab kerja pemerintah untuk kemakmuran masyarakat wajib diinformasikan. Sehingga masyarakat percaya kepada pemerintah," tutup Aher.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra