Rudianto Siap Wujudkan FKP di Belitung

BELITUNG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rudianto Tjen menegaskan siap membantu merealisasikan keinginan masyarakat dan pemerintah daerah untuk memiliki Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) di Kabupaten Belitung. Bersama rektorat Universitas Bangka Belitung (UBB), Rudianto berencana melakukan pertemuan dengan sejumlah anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan.

“Tadi saya sudah berbincang dengan Rektor UBB Profesor Bustami. Segera akan kita follow-up,” ujarnya usai penutupan rangkaian kegiatan Peringatan hari Jadi ke-14 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Pantai Tanjung Kelayang Belitung, Sabtu (22/11/2014) malam.

Dikatakan, keinginan masyarakat dan pemerintah daerah untuk memiliki FKP merupakan upaya positif dalam rangka membangun dunia pendidikan. Sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bangka Belitung. Dengan adanya pendirian FKP, menurut politisi PDI Perjuangan ini, para lulusan sekolah menengah atas tidak perlu lagi belajar ke luar daerah. Karena selain membutuhkan biaya cukup besar, keberadaan FKP dinilai dapat mendukung program pemerintah setempat dalam menggali dan memanfaatkan potensi kelautan dan perikanan di Bangka Belitung.

Meski belum dapat memastikan kapan rencana pertemuan antara Rektor UBB dengan Komisi X DPR RI, dirinya optimistis aspirasi itu dapat terwujud. Antara lain melalui dukungan masyarakat, pemerintah daerah dan pihak UBB sendiri.

“Untuk kebutuhan anggaran, pihak UBB lah yang mengusulkan. Mereka yang punya rencana untuk membangun fakultas (FKP-red) itu. Apabila dukungan dari APBD tidak cukup, kita usahakan dana dari pusat,” tambah Rudianto.

Senada dengan Rudianto, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi mendukung kehadiran FKP di Pulau Belitung, yang sejak lama diharapkan masyarakat dan pemerintah. Namun status lahan yang belum jelas masih menjadi hambatan untuk merealisasikan keinginan itu.

“Harus ada kejelasan status dalam proses pembangunan. Karena sampai saat ini belum ada surat resmi yang menjelaskan status lahannya,” kata Gubernur Rustam. Diharapkan Pemerintah Kabupaten Belitung untuk segera menyelesaikan proses status lahan agar gedung FKP dapat segera dibangun.

Kondisi serupa dialami dalam pembangunan monumen perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pantai Tanjung Kelayang. Secara arif, baik Rudianto Tjen maupun Gubernur Rustam Effendi meminta pemerintah daerah untuk dapat duduk bersama dengan pemilik lahan di kawasan aerowisata tersebut dalam menuntaskan rencana pembanunan monumen.

“Bisa dikompromikan karena (Tanjung Kelayang) ini bukti sejarah. Ada kompromi kedua belah pihak, misalnya tukar guling. Ini monumen bersejarah dan mendapat dukungan semua pihak,” imbuh Rudianto.

Bagi masyarakat, Pantai Tanjung Kelayang dikenal memiliki benang merah dalam perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di kawasan pesisir yang indah inilah, para tokoh muda, komite dan presidium melakukan perumusan yang menghasilkan Ikrar Tanjung Kelayang. Dan pada akhirnya perjuangan itu berbuah dengan dikukuhkannya Kepulauan Bangka Belitung sebagai provinsi pada tanggal 21 November 2000 dengan diterbitkannya Undang Undang Nomor 27 Tahun 2000. (nn/fjr/hzr/nata/ism)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Nata | Fajrina Andini | Ismail
Fotografer: 
Nona Dian Pratiwi
Editor: 
Huzari