Rustamsyah: Jangan Salah Gunakan Pupuk Bersubsidi

Belinyu – Rustamsyah Wakil Bupati Bangka menegaskan agar masyarakat jangan menyalahgunakan pemanfaatan pupuk bersubsidi. Jika kebun karet masih belum bersih, tidak akan mendapat bantuan pupuk. Selain itu, jika masyarakat mendapatkan bantuan pupuk untuk tanaman karet, jangan digunakan untuk memupuk tanaman sawit.

"Jika ada pupuk untuk karet jangan untuk sawit, karena sekarang ini banyaknya penyakit tidak jujur. Kita harus jujur jika menerima bantuan pemerintah,” tegasnya saat Temu Tani di Dusun Bukit Tulang, Desa Riding Panjang, Belinyu Kabupaten Bangka, Senin (11/5/2015).

Selain itu, Wabup berharap agar gabungan kelompok tani (gapoktan) membuat program secara jelas sesuai dengan kebutuhan. Sehingga pemerintah mudah dalam menyalurkan bantuan. Contohnya, kejelasan mengenai jumlah kebutuhan pupuk bersubsidi. Sedangkan mengenai fasilitas sarana prasarana jalan akan terus diperbaiki pemerintah.

“Hidup ini harus sabar. Sesuai target pemda, semua jalan yang mempunyai akses ekonomi harus diaspal,” jelasnya.

Sebelumnya Munir Perwakilan Gapoktan Dusun Riding Panjang, Kecamatan Belinyu menyampaikan mengenai kondisi jalan yang menjadi akses transportasi masyarakat. Selain itu, masyarakat petani juga membutuhkan mesin penggiling padi. Petani pun sangat mengharapkan bantuan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Lain lagi dengan masyarakat nelayan. Kelompok masyarakat nelayan Dusun Riding Panjang, Kecamatan Belinyu mengharapkan agar pemerintah dapat bersikap tegas terhadap pelaku penambangan timah illegal atau tambang apung inkonvensional di kawasan laut Tanjung Kelabat. Tak hanya itu, sebab kondisi hutan bakau di kawasan tersebut juga cukup memperihatinkan dikarenakan banyak pohon tumbang

Berbicara mengenai alat tangkap, nelayan mengharapkan pemerintah memberi bantuan jaring, kapal serta mesin perahu. Sebab kondisi peralatan yang dimiliki nelayan saat ini sudah mulai rusak. Untuk mempermudah aktivitas melaut, nelayan kawasan ini mengusulkan agar pemerintah membuat tempat singgah di dermaga.

Menanggapi permasalahan TI apung di wilayah Tanjung Kelabat, AKBP Sekar Maulana Kapolres Bangka menyatakan siap menertibkan tambang apung. Semua permasalahan dapat teratasi jika ada komunikasi. Sebab saat ini Polres sedang melakukan inventarisir permasalahan wilayah.

“Intinya kami siap menerima masukan dari masyarakat, tentunya disesuaikan dengan karakteristik wilayah,” ujarnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adi Tri Saputra
Fotografer: 
Surianto | Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari