Sapu Bersih Pungli, Kejati Kembali Gelar Penyuluhan Hukum

PANGKALPINANG- Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung  dalam melaksanakan Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum, menggelar  Kegiatan Penerangan dan Penyuluhan Hukum tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar sesuai Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Pasir Padi Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu (14/3) selama satu hari dengan peserta, diantaranya mahasiswa dan pejabat eselon 2 dan 3 di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan ini diadakan atas keinginan untuk menyamakan persepsi antara penyidik, PPNS, penuntut umum hingga mayarakat dan mahasiswa.
Dalam laporan panitia, Roy Arlan mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan. Dengan tujuan bagaimana semua lini ikut serta dalam pembangunan khususnya Babel. 
Sebagai contoh, kejaksaan sendiri tidak melakukan pembangun fisik, namun ketika suatu pekerjaan pemeritah tidak dijalankan dengan baik, disini lah letak sumbangsih kejaksaan dalam membangun Negeri ini. 
"Sedikit menyakitkan yang dilakukan oleh kejaksaan, namun yakinlah ini adalah demi kebaikan," ujar   Roy Arlan.

Menurutnya dua narasumber hadir dalam kegiatan ini, diantaranya Kasubdit Tipikor Dit Reskrimsus Polda Babel AKBP Slamet Ady Purnomo dan Koordinator Eselon 3 Bidang Pidsus Kejati Babel Yunardi yang menyampaikan materi Pungutan Liar (PUNGLI) Dalam Perspektif Tindak Pidana.

Pada kesempatan yang sama, hadir untuk membuka kegiatan ini adalah Asisten Bidang Administrasi Umum, Yulizar Adnan. Dalam sambutannya menegaskan bahwa para pegawai instansi pemerintah tidak boleh menerima uang pelicin atau biasa disebut pungli, sebab  sudah menjadi kewajiban untuk memberikan pelayanan prima kepada warga. 
"Uang pelicin memang tidak menyebabkan kerugian negara secara langsung, tetapi merusak integritas dan mentalitas para pegawai. Saya berharap kepada seluruh jajaran pemerintah Pemprov Babel untuk melakukan perbuatan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat, khususnya di Babel," pesan Yulizar. 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Nona Dian Pratiwi
Fotografer: 
Nona Dian Pratiwi
Editor: 
Irwanto