Sekda Terima Kunjungan Audiensi Kantor Bahasa Babel Tentang Pemakaian Bahasa Indonesia Di Ruang Publik

Pangkalpinang – Hari ini (Senin, 6/3/2017) Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung mengadakan kunjungan audiensi Pemakaian Bahasa Indonesia Di Ruang Publik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pemprov Babel, bertempat di Ruang Rapat Sekda. Audiensi ini diadakan agar di Provinsi Babel ini bahasa Indonesia dapat digunakan dengan baik dan benar.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekda babel Yan Megawandi, Asissten I Haryoso, Kepala Dinas Pendidikan M.Soleh, Kepala Biro Kesra Asraf Suryadin, Kepala Biro Humas dan Protokol  KA.Kholil, serta jajaran aparatur provinsi lainnya. Sedangkan dari Pihak Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung diantaranya dihadiri Kepala Kantor Drs.Hidayatul Astar,M.Hum, Staf Adm Ria Anggraini, serta Drs.Suladi, M.Pd dan Isdiarto dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud.

Dalam sambutannya Sekda Babel Yan Megawandi menyampaikan keinginannya untuk mengedepankan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

 “Mohon diarahkan, diberikan masukan sehingga apa yang diinginkan oleh kebijakan nasional tentang penggunaan bahasa Indonesia semakin hari semakin bagus dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ucap Yan.

Yan mengatakan bahwa Ia selalu memantau kegiatan-kegiatan di Kantor Bahasa sejak Ia menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, maupun sebagai Kepala Bappeda. Menurutnya apa yang dilakukan oleh Kantor Bahasa sudah sangat bagus, membuat kita semakin hari semakin mencintai penggunaan bahasa Indonesia sepenuhnya.

Terkait tema “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing”, Yan mengungkapkan bahwa di Babel ini ada banyak rumpun bahasa. Dengan banyak ragamnya tersebut, ada satu hal yang Ia khawatirkan, yaitu rumpun bahasa Sekak  yang digunakan oleh suku laut/suku sawang yang Ia kategori dengan kondisi kritis.

Yan pun menjelaskan, berdasarkan penelitian seorang professor dari University of Tokyo beberapa tahun yang lalu, hanya kurang dari 30% yang paham, dan kurang dari 20% yang masih menggunakan bahasa tersebut.

Mereka tersebar di lima titik utama, yaitu; dua titik di pulau Belitung yaitu di Belitung Timur dan Kabupaten Belitung. Kemudian di Bangka Selatan di Pulau Lepar, di Bangka Tengah, dan satu lagi ada di daerah Belinyu. Hal ini menjadi perhatian dari pemerintah, karena ini merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang akan hilang.

Selain itu, Yan juga berharap dengan diadakannya kegiatan-kegiatan seperti ini, kita semua dapat lebih mencintai bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa, tetap menjaga kelestarian bahasa-bahasa daerah, juga mempelajari bahasa asing agar tidak ketinggalan dari sisi informasi dan teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, Suladi mendapatkan tugas yang berkaitan dengan penghargaan Adi Bahasa, Ia menyatakan bahwa telah berkunjung ke Bangka Belitung untuk yang kedua kalinya. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan penghargaan Adi Bahasa merupakan kegiatan per lima tahun dengan tiga kriteria wilayah; Provinsi Besar, Provinsi Sedang, dan Provinsi Kecil.

“Kami membaginya dengan sangat sederhana berdasarkan jumlah penduduk,” terang Suladi.

Ia juga menjelaskan bahwa Penghargaan Adi Bahasa memiliki 4 variabel penilaian yaitu pertama penggunaan Bahasa Indonesia di media luar ruang, yang kedua penggunaan Bahasa Indonesia di dalam dokumen resmi Pemerintah Provinsi, ketiga kebijakan kebahasaan dan kesusasteraan tingkat provinsi dan keempat  kegiatankebahasaan dan kesusasteraan tingkat provinsi.

“Kami diamanati karena ada UU no 24 tahun 2009, untuk menjaga bahasa Indonesia. tugas mulia juga untuk melestarikan bahasa daerah yang sampai dengan saat ini menurut penelitian yang dilakukan oleh teman-teman, yang sudah teridentifikasi ada 646-an bahasa daerah di Indonesia. Itu yang sudah teridentifikasi, mungkin masih banyak yang belum teridentifikasi,” tambahnya.

Ia pun menjelaskan bahwa Indonesia berada di posisi kedua di dunia yang memiliki keberagaman jumlah bahasa, dimana posisi pertamanya adalah Papua nugini yang memiliki sekitar 800-an bahasa daerah.

Kemudian dalam acara tersebut, Suladi juga mengungkapkan mengenai penjaminan mutu penggunaan bahasa Indonesia dalam dokumen resmi pemerintahan. “Karena ini yang termasuk kedalam sasaran penilaian dari Adi Bahasa. Teman-teman dari kantor bahasa sudah mulai mengumpulkan dokumen,” lanjutnya.

Ia juga memohon untuk kemudahan akses dan bantuan dari pemerintah, dalam mendapatkan dokumen yang kantor bahasa butuhkan sebagai kelengkapan dokumen untuk penilaian Adi Bahasa. (K5)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo Tabarani
Editor: 
Noviansyah