Sekda Yan Megawandi Serahkan Sertifikat Halal Dan Uji Nutrisi Kepada Pelaku IKM Babel

PANGKALPINANG - Sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing produk-produk pangan Industri Kecil Menengah (IKM) di Bangka Belitung, Sekda Babel Yan Megawandi didampingi Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H.M. Yuliswan menyerahkan sertifikat halal dan uji nutrisi kepada pelaku IKM Babel di Ruang Rapat Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (17/2).

Sekda mengatakan langkah pertama yang dilakukan oleh pemerintah adalah mencoba agar lembaga sertifikasi seperti itu ada di Babel. Jadi mempermudah akses bagi pelaku IKM untuk melakukan sertifikasi produknya.

"Itu sudah kita lakukan, karena dulu kita kalau mau mengambil sertifikasi itu harus ke Provinsi lain, Sumsel yang paling dekat. Nah, sekarang kita coba kesini," ujarnya.

Ia menjelaskan masalah yang dihadapi IKM saat ini selain masalah tersebut, adalah tidak semua pengusaha atau IKM dapat dengan mudah mengambil sertifikasi karena prosedur dan pembiayaan.

"Nah, temen-temen di Disperindag memfasilitasi dan menganggarkan kalau ada IKM yang mengalami kesulitan tentang pembiayaan, akan dibantu nilainya 2,5 juta rupiah per satu sertifikat. Selain itu juga akan dibantu bagaimana mekanismenya, agar produk-produk pangan IKM tersebut ketika diuji sudah siap untuk mendapat sertikat halal," terangnya.

Ia juga mengakui bahwa pemerintah daerah, provinsi maupun kabupaten memiliki keterbatasan sumber daya, sarana prasarana, SDM dan keuangan. 

"Karenanya kita ingin menghimbau kepada perusahaan-perusahaan untuk membantu dari sisi ini, bagaimana kita bergandengan tangan agar pelaku IKM ini bisa cepat mentas, bisa cepat dewasa dan bisa cepat terlepas dari banyak ketergantungan dan mampu menghadapi persaingan, dan hal ini memang menjadi catatan kami hari ini untuk kita lakukan ke depan," tegasnya.

Ia pun berharap mutu, kualitas dan kuantitas produk IKM di Babel semakin lama dapat semakin bagus, agar mampu bersaing dengan produk-produk yang datang dari luar, atau yang dijual ke luar juga akan mampu bersaing dengan produk-produk lainnya.

"Jika IKM mampu bersaing maka produknya akan laku, kalau laku maka akan menjadi nilai tambah untuk mengembangkan usahanya lebih bagus lagi, dimana jumlah IKM yang ada di Babel ini ada sekitar 12 ribuan lebih," jelasnya.

Ia menambahkan keunggulan produk IKM Babel khususnya produk makanan, karena memiliki ciri khas. Ciri khas tersebut harus dapat dijaga dan ditingkatkan kualitasnya.

"Local content-nya ada, itu akan mampu bersaing di tingkat lokal, tapi tidak boleh berhenti sampai disitu saja karena kekuatan ciri khas tersebut harus kita tambah kualitasnya supaya bisa dijual ke pasar diluar Bangka Belitung," ujarnya.

Ia melihat sejauh ini produk-produk IKM Babel sudah cukup baik, namun masih ada persoalan di packaging (kemasan), dan promosi sehingga perlu adanya pendampingan dari pemerintah.

"Koperasi kan sudah punya PLUT yang bekerjasama dengan TELKOM, yang akan membantu mereka yang akan memasarkan produknya secara online. Jadi sudah disediakan tempat, dengan fasilitas komputer berjaringan internet untuk bisa dipergunakan bagi mereka yang ingin memasarkan produknya secara online, karena itu adalah pasar baru dan pangsanya cukup besar," tutupnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Erwin
Fotografer: 
Heriyanto Kurniawan
Editor: 
Noviansyah