Selain jadi Tukang Bangunan, Warga Binaan Punya Kesempatan jadi Peternak Sapi, Ini Solusinya

PANGKALPINANG -- Warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkoba Pangkalpinang mendapat kesempatan untuk menjadi peternak sapi. Pasalnya Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman berjanji memberi bantuan bibit sapi, namun pihak Kemenkumham harus mempersiapkan kandangnya.

Gubernur Erzaldi mengatakan, kebutuhan daging sapi di Bangka Belitung sangat tinggi. Selain perayaan hari besar agama seperti lebaran, kebutuhan sapi mencapai ribuan ekor per bulan. Ini menjadi kesempatan yang baik, jika Kemenkumham ingin menjalankan program integrasi asimilasi warga binaan.

"Setelah kandangnya ada, nanti melalui BUMDes saya akan membantu untuk menyediakan bibit sapi. Pekerja yang mengurusi peternakan sapi nantinya merupakan warga binaan lapas," kata Gubernur Erzaldi saat Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid SMA 2 Pangkalpinang, Selasa (10/7/2018).

Seperti dilansir sebelumnya, warga binaan Lapas Narkoba Pangkalpinang dipercaya untuk melakukan pembangunan Masjid SMA 2 Pangkalpinang. Pemberdayaan warga binaan sebagai tukang tersebut merupakan salah satu Program Integritas Asimilasi yang dilaksanakan Kemenkumham. 

Menurut Gubernur Erzaldi, warga binaan harus diberikan banyak kegiatan, sehingga tidak akan lagi menoleh pada hal-hal penyalahgunaan narkoba. Mengenai peternakan ini, hendaknya menjadi pertimbangan Kemenkumham dan tentunya bisa ditularkan ke daerah lain.

Lebih jauh Gubernur Erzaldi menjelaskan betapa dahsyatnya pengaruh akibat ketergantungan narkoba. Untuk itu, warga binaan tidak bisa dibiarkan begitu saja dan pemulihan mereka menjadi tanggung jawab bersama, termasuk peran masyarakat paling bawah

"Sebanyak 400 ekor sapi dari BUMDes. Program ini bisa dilaksanakan berkoordinasi dengan BPKP. Nanti kawan-kawan yang menjalani program asimilasi sebagai pekerja. Kebutuhan sapi sangat dasyat, kurang lebih sekitar 5600 per bulan," ungkap Gubernur Erzaldi.

Sementara Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI Sri Puguh Budi Utami mengatakan, harus melakukan pembinaan dengan baik sehingga ketika keluar dari lapas tidak kembali terjerat persoalan serupa. Warga binaan di lapas narkoba banyak, dengan adanya kegiatan seperti ini tentunya sangat membantu.

Lapas melakukan pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Ia menambahkan, pembinaan ini membutuhkan proses dan saat ini program mulai dijalankan secara benar. Pembangunan masjid hari ini merupakan kontribusi warga binaan bagi pembangunan.

"Warga binaan harus menjaga kepercayaan ini, jika satu kali ada penghianatan maka program ini akan berhenti. Bangka Belitung tempat pertama pelaksanaan program ini. Manfaatkan secara baik kesempatan yang telah diberikan Gubernur Bangka Belitung," harapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari