Seleksi Daerah InaSkill Langkah Strategis Menyiapkan Kompetitor

Pangkalpinang – Seleksi daerah Indonesia Skill (InaSkill) Competition X tahun 2013 yang digelar di Bangka Belitung merupakan rangkaian seleksi untuk ke tingkat yang lebih tinggi. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dan bagian yang esensial guna menyiapkan kompetitor.

Demikian disampaikan Bayu Priantoko Kasubid Pengembangan Program Pelatihan Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Adanya kegiatan ini guna menyusun perencanaan selanjutnya sehingga terpola dengan baik. Dalam pelaksanaan seleksi daerah, selain berorientasi pada teknis subtansi kejuruan untuk mengukur kemampuan teknis, juga perlu dipelajari aspek terkait seperti, telenta, motivasi, kondisi fisik serta performan dari calon kompetitor.

“Seleksi daerah sering dijadikan indikator tentang kualitas pemuda di daerah yang bersangkutan. Ini juga menjadi proses rekruitmen dan seleksi yang dilakukan secara berjenjang,” jelas Bayu ketika kegiatan seleksi daerah Indonesia Skill Competition X tahun 2013, di Disnakertran Bangka Belitung, Rabu (24/4/2013).

Seleksi daerah merupakan cermin daerah yang memperhatikan aspek daerah yang berkualitas maupun kuantitas dalam bidang keterampilan. Ia menambahkan, belajar dari seleksi calon kompetitor sebelumnya, dengan kerja keras, tekun dan saling menginformasikan dalam segala hal proses persiapan menggembleng mental peserta sesuai dengan inovasi baru. Di kegiatan sebelumnya, Indonesia telah mampu menunjukan yang terbaik di Asean, yaitu dengan meraih 19 medali emas, 12 perak, dua perunggu.

“ Ini harus dijadikan landasan, dan pada ASC di Vietnam nanti diharapkan menjadi lebih baik lagi. Pengalaman selama melaksanakan seleksi daerah, yang berkaitan dengan aspek teknis maupun talenta, hendaknya dapat dijadikan barometer untuk meningkatkan kualitas dan prestasi,” ungkapnya.

Indonesia diharapkan mampu menjadi yang terbaik di kawasan Asean dalam bidang keterampilan kerja. Dikatakanya, semua itu berdampak terhadap pembinaan dan pembangunan sektor tenaga kerja. Menyeleksi kompetitor terbaik dengan talenta yang ke depan akan terus meningkat, jika dibina melalui pemusatan pelatihan bukan hal mudah dan sederhana. Ini tentunya memerlukan kerja keras, kecermatan dan ketelitian.

Terpilihnya calon kompetitor melalui seleksi daerah, secara teknis dengan sikap mental juara akan berimplikasi terhadap tindakan selanjutnya. Menurut Bayu, ini bermanfaat terutama dalam membentuk tim yang solid. Sehingga upaya yang dilakukan benar-benar mampu mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

“Ketika melaksanakan kegiatan ini, kami tekankan agar mengedepankan objektivitas dan netralitas dari juri. Sehingga peserta yang terseleksi benar-benar terbaik di masing-masing kejuruan,” tegasnya.

Saat kompetisi skill ke tujuh hingga sembilan, kata Bayu, Indonesia telah mampu menunjukan kualitas dan mulai diperhitungkan oleh negara lainnya, terutama Vietnam, Thailand dan Malaysia. Untuk itu perlu ada upaya melakukan yang terbaik dalam bidang keterampilan ini. Seleksi daerah merupakan titik awal membuktikan kemampuan mengukir prestasi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Itu semua tergantung dari hasil seleksi yang dilakukan di daerah. Jika seleksi di daerah salah atau keliru, maka untuk memetik prestasi menjadi lebih berat. Saya tekankan kepada juri untuk mengerahkan segala kemampuan, sehingga dapat memunculkan bibit unggul yang terbaik,” harapnya.(hzr/adits)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari | Adi Tri Saputra
Tags: 
InaSkill