Seni Daerah dapat Digunakan Sebagai Sarana Penyampaian Informasi

TANGERANG-- Festival Media Pertunjukan Rakyat Festival Tingkat Nasional 2018 yang dilaksanakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia berlangsung meriah. Ada 11 peserta yang mewakil setiap provinsi ikut berpartisipasi pada festival yang diselenggarakan Lapangan Ahmad Yani  Kota Tangerang, Minggu malam (2/12/2018).

Festival media pertunjukan rakyat ini merupakan  rangkaian kegiatan Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Dirjen Informasi Komunikasi Publik.

Acara ini menampilkan berbagai pertunjukan kesenian dari Sabang hingga Merauke yang dibuka dengan tarian dari Aceh dengan sinkronisasi yang sangat harmonis dan memukau para pengunjung yang dilanjutkan dengan pertunjukan seni teater. Melalui seni daerah banyak informasi yang disampaikan dalam kegiatan SAIK 2018. Hal ini disampaikan oleh Dirjen IKP Rosarita Niken Widiastuti.

“Pertunjukan rakyat bukan hanya sekedar tontonan, namun juga sebagai tuntunan. Seperti yang tadi kita lihat pada seni teater, ada pesan-pesan kepada kita semua agar tidak mudah share (membagikan) atau menyebar informasi-informasi negatif,” kata Rosarita.

Informasi negatif tersebut dapat dikategorikan seperti; hoaks, ujaran kebencian, provokasi, fitnah, sesuatu yang tidak ada dasarnya, sesuatu yang tidak ada sumber beritanya. Sehingga jempol para netizen tidak dengan mudah menari dilayar telepon pintar, segala sesuatu perlu dipikirkan dampak dari berita yang akan dibagikan.

“Karena menyebarkan hoaks atau membuat hoaks, bisa terkena Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda 750 juta,” tutup Rosarita.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo