Septiama: Potensi Rajungan Babel Mencapai 700 Milyar

PANGKALPINANG - Bulan Bakti Karantina Ikan dan Mutu Hasil Perikanan merupakan wujud nyata pengabdian terhadap daerah. Wujud nyata ini untuk membangun dan memajukan daerah khususnya dibidang perikanan.
 
Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menyatakan bahwa Pemprov selalu mendukung dan bersinergi dengan Kementerian untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Selain itu pemprov bersama masyarakat mendukung pembangunan kelautan dan perikanan yang mengarah pada tiga pilar yang saling terintegrasi yakni kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan.
 
"Pemprov dukung pembangunan berbasis sumber daya kelautan dan perikanan guna mewujudkan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan secara berdaulat, mandiri dan berkelanjutan untuk kemakmuran masyarakat perikanan Babel," ujar Gubernur saat menghadiri acara Bulan Bakti Karantina Ikan dan Pekan Pelayanan Publik tahun 2017 di Kantor BKIPM Babel Pangkalpinang, Jumat (5/5/2017).
 
Gubernur mengatakan BKIPM memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan mutu hasil perikanan. Peran ini harus terus dilakukan dan tentunya juga diiringi dengan koordinasi dan sinergitas yang semakin baik dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan kedaulatan perikanan.
 
"Terima kasih atas peran BKIPM dalam menjaga mutu hasil perikanan. Mudah-mudahan hasil tangkap terjaga dengan baik, kualitas tetap terjaga, dan ekspor Babel tidak hanya sampai ke negara-negara asia saja, tetapi juga sampai ke eropa," harap Gubernur.
 
Sementara Septiama Sekretaris BKIPM mengatakan bahwa pada era globalisasi, terjadi perdagangan bebas dimana barang bebas bergerak lintas negara. Di era ini tidak boleh proteksi barang hanya karena kouta. Namun, lalu lintas produk harus tetap diawasi agar bebas dari virus.
 
"Peran karantina ikan dan mutu itu penting sebagai penjaminan kualitas produk perikanan (quality guarantee) yang dilalulintaskan bebas HPIK. Karantina juga berperan sebagai pencegahan/perlindungan sumber daya ikan dari ancaman penyakit ikan dan virus. Agar produk udang Indonesia tetap bisa diekspor ke Amerika," tegasnya.
 
Septiama menambahkan Badan Karantina ikan berperan pula sebagai faktor penentu akseptabilitas komoditas perikanan Indonesia di pasar internasional. Contohnya produk mutiara dari Indonesia begitu banyak di Hongkong, namun yang terdata hanya sekitar dua persen saja.
 
"Peran pengawasan seperti ini menjadi peran penting BKIPM agar negara tidak kehilangan pendapatan dari pajak dan tentunya juga demi mewujudkan kedaulatan perikanan Indonesia," tambahnya.
Septiama menuturkan bahwa Babel memiliki potensi perikanan yang luar biasa, seperti rajungan. Potensi rajungan dari Babel besar, dengan nilai mencapai 700 milyar.
 
"Mudah-mudahan ekspor rajungan Babel bisa menembus eropa. Dan melalui bulan bakti karantina dan program Gemasatukata ini mutu perikanan di Babel dapat terjaga dan pelayanan kepada masyarakat perikanan semakin baik," tutup Septiama.
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto/Adi Tri
Fotografer: 
Adi Tri