Sepuluh Gubernur Bahas Sinergi Pembangunan

Aceh – Sebanyak sepuluh gubernur di wilayah Sumatera membahas sinergis program pembangunan. Sejumlah kepala daerah tersebut di antaranya, Gubernur Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Plt Gubernur Riau, Gubernur Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Sebagaimana diketahui, rakor ini merupakan agenda tahunan. Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut rakor di tahun 2014 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Peserta rakor terdiri dari 300 orang, pasalnya selain gubernur juga diundang bupati, walikota, kepala SKPD, instansi vertikal se Sumatera.

Pulau Sumatera memiliki keunggulan signifikan di berbagai bidang. Zaini Abdullah Gubernur Aceh menjelaskan, selain memiliki sumber daya alam melimpah, juga terletak pada pintu gerbang konektivitas global yakni, selat Malaka di bagian timur- utara serta jalur layar kepulauan di sebelah barat-selatan. Posisi strategis ini menjadi pendukung pertumbuhan wilayah sumatera dari tahun ke tahun.

“Produk domestik regional bruto Sumatera terus menunjukan pertumbuhan hingga Rp553 triliun pada tahun 2013,” jelasnya saat Rakor Gubermur se Sumatera, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa (12/5/2015).

Rekor gubernur kali ini mengusung tema “Mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi se Sumatera melalui penguatan konektivitas antar wilayah, kemandirian energi dan pangan serta peningkatan daya saing SDM”. Melalui pertemuan ini dibahas mengenai pemerataan pertumbuhan ekonomi Sumatera.

Jika dilihat dari sisi ekonomi, jelasnya, kawasan Sumatera mengalami pertumbuhan ekonomi positif dengan laju hingga 8,36 persen. Namun masalah ketimpangan pertumbuhan masih terlihat nyata, terlihat dari tingkat kesejahteraan rakyat yang tidak merata. Ada sebagian wilayah Sumatera tumbuh sangat pesat, tapi ada juga yang mengalami pertumbuhan sangat lambat.

Pusat pertumbuhan ekonomi pulau Sumatera belum terkoneksi secara utuh. Ia menekankan, perlu ada langkah bijak pengambilan kebijakan pembangunan di wilayah Sumatera melalui wadah bersama. Sehingga ada satu visi membangun Sumatera secara terintegrasi dan merata. Salah satu dinamika global perlu ditindaklanjuti adalah kerja sama ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Community (AEC).

“Kesepakatan kerja sama tersebut dibangun sepuluh anggota ASEAN dalam rangka meningkatkan daya saing ASEAN di kancah internasional,” tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Nona Dian Pratiwi
Editor: 
Huzari