SILATURAHMI DENGAN MAJELIS TAKLIM FATHUL KHORIQ, INI PESAN SUSANTI

TANJUNGPANDAN--Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti menyempatkan diri melakukan silaturahmi dengan Majelis Taklim di masjid Fathul Khoriq Tanjung Pandan Belitung pada Kamis (26/9/2019). 

Acara silaturahmi dimulai pukul 14.30 dan turut dihadiri oleh Kabid Pengarusutamaan Gender (PUG)  Kabupaten Belitung , Kasi Pelembagaan PUG dan Ketahanan Keluarga Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Belitung serta  anggota Majelis Taklim.

Susanti  berharap ibu-ibu majelis taklim dapat menguatkan kaum perempuan agar bisa menjadi ibu yang  baik bagi anak-anaknya,  istri yang solehah bagi suaminya dan menjadi suri tauladan di lingkungannya masing-masing.

"Jangan sampai terjadi kasus kekerasan pada perempuan dan anak di rumah tangganya ibu-ibu, dan peran istri itu sangat penting dan dominan dalam menjaga keutuhan rumah tangganya", terang Susanti.

Susanti menyebutkan banyak kasus-kasus yang terjadi pada perempuan terkadang dikarenakan oleh perempuannya, sehingga kaum perempuan harus dikuatkan.

"Banyak anak-anak kehilangan arah karena ibunya juga galau di rumahnya, sering bertengkar dengan pasangan", tambahnya. 

Beberapa hal penyebab seperti sikap kurang qonaah, kurang syukur terhadap apa yang sudah diterima dalam kehidupan ini yang menyebabkan perempuan menjadi lemah. 

"Bangka Belitung menjadi urutan ke-3 nasioanal  paling banyak perkawinan usia dini, untuk itu ibu-ibu harus kuat agar anak-anaknya menjadi kuat dan hebat, karena perempuan inilah yang menjadi tiang bagi keluarganya dan anak-anaknya", pungkasnya.

Susanti menegaskan agar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Belitung yang sempat ada bisa diaktifkan kembali sebagai organisasi agar dapat menaungi majelis-majelis taklim di Kabupaten Belitung hingga syiarnya lebih kuat dan bersinergis menjadi kekuatan umat Islam di basis kehidupan perempuan. 

"Majelis Taklim hendaknya juga melakukan pengkajian terhadap isi Al-Qur'an sehingga lebih bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai pwdoman dan petunjuk dalam menjalani kehidupan yang makin penuh dengan cobaan dan tantangan", ujarnya. 

Pada momen silaturahmi ini Susanti juga menyempatkan berbincang dengan seorang ibu inspiratif, i meskipun ibu ini sudah berusia 76 tahun beliau masih kuat dan sehat serta bisa menjadikan anak-anaknya yang berjumlah 10 orang menjadi sarjana semuanya dan ada dua hal penting yang membuat beliau tetep sehat dan semangat yaitu dengan doa dan wudhu yang tidak pernah lepas setiap akan keluar rumah mencari nafkah.

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
Lisya Ayu
Fotografer: 
Murni