Singapura Jadi Primadona Tujuan Ekspor Timah

Pangkalpinang – Negara Singapura menduduki peringkat teratas sebagai negara tujuan ekspor timah Bangka Belitung. Juli 2013, tercatat jumlah ekspor timah ke Singapura mencapai US$41,7 juta atau 52,4 persen. Sementara Negara Malaysia menempati urutan kedua, dengan nilai ekspor US$15,3 juta atau 19,2 persen.

Herum Fajarwati, Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, nilai ekspor dari Bangka Belitung mengalami penurunan. Juli 2013, nilai ekspor mencapai US$90,8 juta. Nilai ini turun sekitar 40,0 persen, dibandingkan nilai ekspor pada Juni 2013 yang menembus angka US$151,2 juta.

 “Total ekspor tersebut terbagi atas ekspor timah sebesar US$79,5 juta dan non timah sebesar US$11,3 juta,” jelasnya di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jalan Pulau Bangka, Komplek Perkantoran Terpadu Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, Selasa (3/9/2013).

Lebih jauh ia mengatakan, negara tujuan utama untuk komoditi ekspor timah yaitu Singapura dan kemudian Malaysia. Adapun persentase nilai ekspor ke Singapura mencapai 52,4 persen dan Malaysia berada diangka 19,2 persen. Sementara negara tujuan ekspor ketiga yaitu Belanda yang menembus angka US$7,1 juta atau sekitar 8,9 persen. Kemudian diikuti Thailand dengan nilai ekspor US$2,3 juta atau sekitar 2,9 persen.

“Di bawah Negara Thailand, terdapat Korea sebesar US$1,9 juta atau sekitar 2,4 persen,” ungkapnya.

Selain komoditi timah, terdapat ekspor non timah. Menurut Herum, komoditi utama penyumbang ekspor non timah terbesar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Juli 2013 berdasarkan kode Harmonized System (HS) dua digit adalah golongan minyak atau lemak hewani dan nabati. Nilai ekspor kedua komoditi itu sebesar US$4,5 juta atau berperan sebesar 39,82 persen terhadap total ekspor non timah.

Adapun komoditi selanjutnya yakni golongan kopi, teh dan rempah-rempah yang nilainya menembus angka US$3,2 juta atau sekitar 28,32 persen. Ia menambahkan, untuk komoditi karet dan barang-barang dari karet berada diangka US$2,7 juta atau sekitar 23,89 persen. Sedangkan hasil perikanan dan olahan senilai US$0,7 juta atau 6,19 persen.

Berbicara mengenai negara tujuan, Herum menjelaskan, ekspor non timah di bulan Juli 2013 ke Malaysia mencapai US$5,1 juta. Angka ini turun hingga 45,7 persen jika dibandingkan nilai ekspor di bulan sebelumnya. Komoditi terbesar ekspor tersebut untuk komoditi ikan serta hasil olahannya dan lada.  Sedangkan posisi kedua ditempati Negara China dengan nilai ekspor menembus angka US$2,5 juta. Angka itu turun 24,7 persen dibandingkan bulan lalu dengan komoditi terbesar karet.

“Singapura berada di bawah China dengan nilai US$1,4 juta atau naik 38,1 persen dengan komoditas ikan serta hasil olahannya, dan rempah atau lada,” jelasnya.(adit/rf/hzr)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Surianto