Sosialisasi Saber Pungli Dalam Upaya Menciptakan Pemerintahan Yang Bersih

PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Inspektorat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan Sosialisasi Satuan Berantas Pungutan Liar (Saber Pungli) bertempat di Gedung Mahligai Serumpun Sebalai Rumah Dinas Gubernur, pada hari Kamis ( 09/11/2017 ). 

Sosialisasi ini dihadiri Inspektur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Drs.Yulizar Adnan, M.Si dan diikuti peserta dari Kepala OPD, pejabat esselon III dan esselon IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta pimpinan lembaga tinggi vertikal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 87 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, Tim Saber Pungli merupakan salah satu bagian kebijakan pemerintah dalam melaksanakan reformasi di bidang hukum sebagai bentuk upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, jujur, dan adil guna mewujudkan penegakan hukum.

Menurut Inspektur Kepulauan Bangka Belitung yang mewakili Gubernur Kepuluan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengatakan sosialisasi ini dilaksanakan agar dapat  memberikan kesadaran yang tinggi terhadap aparatur pemerintahan untuk selalu berlaku jujur dalam bekerja serta berpedoman pada aturan yang berlaku

"Bagian terpenting sebagai Aparatur Sipil Negara dalam melaksanakan tugas agar tidak bermain-main dalam hal pungutan liar," ingat Yulizar.

Yulizas mengatakan atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan terima kasih kepada Kepolisian Daerah Bangka Belitung yang begitu aktif berkoordinasi dengan dengan pemerintah daerah dalam memberantas pungutan liar.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili Komisaris Besar (Pol) Manurung, yang jug merupakan Ketua Pelaksana Harian Satuan Berantas Pungutan Liar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan pada tahun 2017 Tim Saber Pungli berupaya melakukan pencegahan pungutan liar terkait bentuk pelayanan publik yang bisa membuka ruang pungutan liar yang ada di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Sampai saat ini Operasi Tangkap Tangan (OTT) sebanyak 11 (sebelas) kasus dan ada yang sudah sampai Kejaksaan, selebihnya dikembalikan ke instansi yang bersangkutan untuk diberikan teguran," terang Manurung.

Selanjutnya, Ketua Pelaksana Harian Satgas Saber Pungli mengatakan dan berharap OTT dapat menimbulkan efek jera, dapat merubah pola pikir dan budaya pungli pada unsur Birokrasi. Dalam kesempatan ini juga, Kombes Manurung berharap kepada seluruh instansi yang melakukan pelayanan masyarakat supaya menghindari pungutan-pungutan yang melanggar aturan.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Firmansyah
Fotografer: 
Firmansyah