Staf Khusus Gubernur Bidang Kemaritiman Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio Kunjungi Babel

PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mendampingi Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio dalam Kunjungan Kerjanya ke Babel pada Rabu (06/09/2017). Kunjungan Kerja ini sekaligus Pengarahan umum oleh Marsetio yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Pasir Padi Kantor Gubernur Babel.

Forkominda, Instansi Vertikal dan Kepala OPD Babel hadir dalam Pengarahan oleh Mantan Kepala Staf Angkatan Laut ini. Selain itu, hadir juga para Nelayan Babel. Menurut Erzaldi, para nelayan ini diundang untuk mendengarkan pengarahan dari Dr. Marsetio sebab beliau adalah staf khusus Gubernur Bidang Kemaritiman.

“Pak Marsetio adalah salah satu staf khusus kami pada bidang Matirim.” Ungkap Erzaldi saat menyampaikan pengantar dalam Kunker ini.

Dikatakan juga oleh Erzaldi, Pengarahan yang akan disampaikan oleh Dr. Marsetio ditujukan kepada Pemerintah Babel termasuk Masyarakat  tentang bagaimana arah dominan kemaritiman di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Saya sangat senang atas kehadiran Dr. Masetio ke Babel, sebab beliau begitu memperhatikan Babel khususnya kemaritiman Babel.” Ungkapnya.

Demikian pula yang disampaikan Marsetio atas kesiapannya membantu Gubernur Babel sebagai staf khusus Kemaritiman Babel. “Saya dengan senang hati membantu Bidang Kemaritiman di Babel.” Ujarnya.

Marsetio dalam paparannya menjelaskan tentang bagaimana membangun kemaritiman di daerah Kepulauan. Bangka Belitung khususnya dan Indonesia secara luas sebagai Negara Kepulauan yang berbasis maritim. Secara umum dijelaskan olehnya tentang banyaknya permasalahan maritim Indonesia dengan 10 Negara Tetangga dan yang terselesaikan hanya dengan Singapura.

Menurutnya kemaritiman masih terus membutuhkan pembenahan. Seperti yang menjadi salah satu focus Presiden RI ke 7, Joko Widodo yang dikenal dengan 5 (lima) Pilar Maritim, mulai dari memahami budaya maritim, sumber daya maritim, infrastruktur dan konektiviti maritim, diplomasi maritim hingga pertahanan maritim. Maka selanjutnya Babelpun harus mendukung hal ini sebab Babel adalah Provinsi Kepulauan.

Dijelaskan Dr.Marsetio, Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor: 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia yang didalamnya mengatur tentang 7 (tujuh) Pilar Strategis Kebijakan Kelautan Indonesia untuk dijadikan acuan, diantaranya

  1. Pengelolaan sumber daya kelautan dan pengembangan sumber daya manusia
  2. Pertahanan, keamanan, penegakan hukum dan keselamatan laut
  3. Tata kelola dan kelembagaan kelautan
  4. Ekonomi, infrastruktur kelautan dan peningkatan kesejahteraan
  5. Pengelolaan ruang laut dan perlindungan lingkungan laut
  6. Budaya bahari
  7. Diplomasi maritim

“Musrenbang tiap daerah seharusnya didasari 7 Pilar strategis ini.” Tegasnya.

Lebih lanjut dibahas tentang Bangka Belitung yang dianggap sangat berpotensi dari sektor pariwisata maritimnya, yang dapat dilihat ketika Babel khususnya Pantai Tanjung Kelayang Belitung terpilih sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menurutnya hanya saja belum tereksplor dengan baik dan dalam hal ini Kepala Dinas Pariwisata sangat berperan.

“Untuk mendukung beberapa sektor, Bangka Belitung juga harus menentukan Zonasi.” Tegas Dr. Marsetio. Pembagian wilayah-wilayah menurutnya sangat membantu agar tidak tumpang tindih dalam pengelolaannya.

Diakhir paparannya, Dr.Marsetio menegaskan atas kesiapan Babel dalam Sail Sabang. Setidaknya ada 90 yacht dalam Sail Sabang yang akan berhenti di Babel, dengan rute  Manggar 2-5 Oktober 2017, Belitung 6-10 Oktober 2017 dan Pulau Ketawai 11-16 Oktober 2017. “Buatkan paket-paket wisata singkat untuk para Yachter karena waktu singgah mereka sangat singkat.” Ungkapnya.

“Saya yakin Babel ini kedepan akan sangat maju sektor pariwisata maritimnya.” Tambahnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
nonadp
Fotografer: 
nonadp