STK Bangka Belitung Bertambah

Pangkalpinang - Terhitung sejak tahun 2012, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penambahan jumlah Survei Tendensi Konsumen (STK), dari 120 sampel menjadi 190 sampel rumah tangga. Sebelum triwulan I-2012, BPS Bangka Belitung hanya melaksanakan STK di wilayah Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Belitung Timur. Namun setelah itu STK diperluas cakupannya dengan menambah Kabupaten Belitung.

Teguh Pramono Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) merupakan indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). Selanjutnya ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.

"ITK Kepulauan Bangka Belitung triwulan IV-2012 sebesar 108,59, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat tetapi tingkat optimismenya menurun dibandingkan triwulan sebelumnya 110,91," jelasnya saat jumpa pers di BPS Bangka Belitung, Selasa (5/2/2013).

Melemahnya kondisi ekonomi konsumen, kata Teguh, disebabkan oleh melemahnya pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks 101,78 serta melemahnya tingkat konsumsi makanan dan non makanan dengan nilai indeks 105,46. Walaupun menurut persepsi konsumen tingkat inflasi tidak berpengaruh dengan nilai indeks 124,17.

Berbicara mengenai perkiraan ekonomi konsumen triwulan I-2013, Teguh memaparkan, nilai ITK Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan I-2013 diperkirakan sebesar 108,37, artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan membaik dengan tingkat optimisme konsumen yang diperkirakan masih lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2012 yang nilai ITK sebesar 108,59.

"Faktor pendorong melemahnya optimisme ekonomi konsumen disebabkan tingkat optimisme yang rendah pada pendapatan rumah tangga, disertai melambatnya tingkat konsumsi makanan dan non makanan," kata Teguh.

Sementara ini, tingkat inflasi selama triwulan IV-2012 yang tercatat di bulan Oktober sebesar -1,35 persen, November -0,30 persen dan Desember 0,92 persen tidak/kurang berpengaruh terhadap perilaku konsumsi makanan sehari-hari. Lebih jauh ia menjelaskan, secara nasional, nilai ITK triwulan IV-2012 sebesar 108,63. Artinya pada triwulan ini kondisi ekonomi konsumen di Indonesia masih mengalami peningkatan namun melambat jika dibandingkan triwulan sebelumnya.

Jika ditinjau dari lingkup regional provinsi se-Sumatera, maka triwulan IV-2012 ini seluruh provinsi di Pulau Sumatera memiliki ITK di atas 100. Dikatakannya, seluruh tingkat optimismenya melemah dibandingkan triwulan III-2012, artinya triwulan ini kondisi ekonomi konsumen se-Sumatera melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebagai provinsi yang tingkat optimisme konsumennya tertinggi di wilayah Sumatera, sementara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada diperingkat kedua.

Nilai ITK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung triwulan I-2013 diperkirakan sebesar 108,37, artinya konsumen memperkirakan perekonomian konsumen mengalami peningkatan dengan tingkat optimisme yang lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu 108,59. Perkiraan  masih meningkatnya kondisi ekonomi konsumen triwulan I-2013 didorong oleh perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang dengan nilai indeks 105,52.

"Triwulan I-2013 mendatang diperkirakan kondisi ekonomi konsumen secara nasional akan membaik, tetapi dengan tingkat optimisme yang lebih rendah dibandingkan dengan ITK triwulan  IV-2012," ungkapnya.(hzr/cdr)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari