Sugiono: Tetap Tekun Geluti Kerajinan Pewter

Pangkalpinang - Turun naik harga timah yang merupakan bahan baku kerajinan pewter, tak membuat Sugiono lelah menjalankan bisnis ini. Pasalnya produk kerajinan ini cukup banyak diminati, mulai dari kalangan pemerintah, pebisnis, hingga wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Berbagai jenis kerajinan buah tangan Sugiono sudah beredar di pelosok Indonesia. Saat ditemui di Novotel Golf and Convention, Kabupaten Bangka Tengah pada acara Sumbagsel, Exhibition, Forum dan Business Matchin, Sugiono menjelaskan, banyak dari kalangan pemerintah membeli pewter untuk cinderamata bagi tamu yang berkunjung ke Bangka Belitung. Memang untuk saat ini pemasaran produk belum gencar, namun kerapkali mengikuti pameran untuk mempromosikan barang kerajinan yang terbuat dari bahan baku timah ini.

"Mengenai harga produk kerajinan timah beragam, mulai dari harga puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah," ungkapnya saat mengikuti pameran produk kerajinan di stand Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (7/3/2013).

Pantauan wartawan portal berita Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Babelprov.go.id  di ruang pameran, tak hanya Sugiono yang memajang hasil karya kerajinan tangan berbahan baku timah. Pasalnya banyak pengrajin dari kabupaten di lingkup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang juga mengikuti exhibition tersebut.

Setiap pengrajin memiliki kekhasan tersendiri dalam berkarya. Pada kesempatan ini Sugiono membawa karya khasnya yakni, perahu layar berbagai ukuran, patung timah orang yang sedang membawa dulang, alat musik dambus, dan patung kuda yang juga terbuat dari bahan baku timah. Harga-harga yang ditawarkan juga beragam. Dikatakannya, untuk kapal layar berukuran kecil dihargai Rp3.750.000, sedangkan untuk ukuran paling besar yang dipamerkan saat itu dihargai Rp5 juta.

Kendati harga timah di Bangka Belitung seringkali tak stabil, namun kerajinan yang satu ini tetap dapat berjalan normal. "Untuk membuat kerajinan pewter ini tidak terlalu membutuhkan banyak bahan baku timah. Jadi ketika harga timah naik, pembuatan produk ini tetap dapat dilakukan," jelasnya.

Kerajinan pewter yang digeluti Sugiono cukup mendapat perhatian pemerintah. Berangkat dari Kelompok Usaha Bersama (Kube) yang dinamai Dwi Dharma Pewter, bermarkas di Jalan Depati Hamzah, Gang Kalamaya No 47, Bacang, Pangkalpinang, kini produknya sudah banyak dikenal. Konsumen tak hanya dapat membeli produk yang sudah jadi, sebab konsumen juga dapat memesan bentuk kerajinan timah sesuai keinginan.

"Kita melayani pesanan pembuatan souvenir, piala, kapal layar, plakat, tongkat komando dan berbagai produk kerajinan berbahan baku timah lainnya," jelasnya.

Kegiatan yang dibuka Luki Eko Wuryanto, Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah ini diikuti dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan pemerintah, swasta yang ada di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Sebagaimana diungkapkan Luki, dengan digelarnya kegiatan ini diharapkan dapat dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Untuk itu, Indonesia membutuhkan strategi ekonomi yang dapat membangun wilayah dengan didukung potensi yang ada di masing-masing daerah.

"Untuk timah, Indonesia termasuk produsen terbesar di dunia," tegasnya.(hzr/mel)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari