Suku Bugis Batu Belubang Gelar Pesta Rakyat

Batu Belubang – Suku Bugis Desa Batu Belubang menggelar pesta rakyat, Jumat (29/5/2015). Tarian Pakarena menjadi agenda pembuka kegiatan yang merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Bugis tersebut. Terdapat sekitar 500 kepala keluarga suku Bugis Sulawesi Selatan berdomisili di wilayah Desa Batu Belubang.

Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung bangga terhadap masyarakat. Walaupun masyarakat Bangka Belitung berasal dari berbagai etnis dan agama, namun kondisi tetap aman dan belum pernah terjadi kekacauan. Pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan mengemas kegiatan ini menjadi salah satu agenda wisata.

Tak hanya itu. Sebab Gubernur juga berkeinginan untuk meningkatkan potensi wisata laut di Bangka Belitung. Sehingga banyak wisatawan dalam negeri maupun luar negeri berkunjung dan tinggal lebih lama untuk menikmati potensi wisata, salah satunya tradisi masyarakat seperti ini.

“Ini akan berimbas pada peningkatan ekonomi, pendapatan masyarakat dan daerah,” kata Gubernur, Jumat (29/5/2015).

Acara syukuran pantai merupakan agenda tahunan masyarakat Bugis Batu Belubang, namun biasanya kegiatan ini dilaksanakan bulan Desember. Ini merupakan bentuk ucapan syukur masyarakat atas melimpahnya hasil laut. Kali ini  kegiatan mengusung tema "Mari Kita Junjung Tinggi Rasa Persaudaraan Masyarakat Pesisir Pantai".

M Taswin Ketua Panitia Syukuran Pantai Desa Batu Belubang mengatakan, acara ini seharusnya dilaksanakan setiap bulan Desember. Karena tahun 2014 tidak digelar, maka dilaksanakan bulan Mei tahun ini. Hakekatnya kegiatan ini bertepatan dengan peringatan kekejaman Mister Westerling yang menelan korban 40 ribu jiwa masyarakat di Sulawesi Selatan.

“Kita bahu membahu menyukseskan acara ini. Kita berharap tahun mendatang acara ini dapat terlaksana dengan lebih baik lagi dan masuk dalam kalender wisata tahunan Bangka Belitung," ujarnya.

Hal senada disampaikan Abubakar Ketua Adat Desa Batu Belubang. Ia mengatakan, ini merupakan salah satu wadah bagi masyarakat Bugis untuk berkumpul dan memperkenalkan adat istiadat kepada generasi muda. Kegiatan ini ditandai dengan melepaskan miniatur perahu ke laut sebagai simbol masyarakat Bugis merupakan pelaut tangguh.

"Di sini ada sekitar 500 kepala keluarga suku Bugis Sulawesi Selatan. Digelarnya acara ini, kami bisa berkumpul bersama. Kami menyembelih seekor sapi untuk dihidangkan saat makan bersama," jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Imelda Ginting
Fotografer: 
Stevani
Editor: 
Huzari