Sumito:Tanam Pohon Upaya Menyelamatkan Bumi

Pangkalpinang - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, H. Abdul Fatah menghadiri Gerakan Peduli Mitigasi Bencana dalam rangka memperingati Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-72 Tahun 2017. Hari Bakti PU tersebudilksanakan di Jembatan Pelangi, Kelurahan Kampung Opas Pangkalpinang.

Kegiataan tersebut mengusung tema "Perlindungan dan Optimalisasi Fungsi Situ, Danau, Embang, waduk dan sumber air permukaan lainnya". Tema tersebut mengandung makna bahwa penyebab utama terjadinya bencana alam di Indonesia  adalah penyempitan badan air, alih fungsi lahan, sedimentasi, pendangkalan, hilangnya mata air dan pengelolaan sampah yang belum maksimal dilakukan oleh masing masing individu.

Hadir dalam acara tersebut adalah Direktur Bina Penyelenggara Jasa Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir. Sumitro, Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Najamudin, SH dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ir. Noviar Ishak.

Menurut Sumito, pohon merupakan bagian penting dari kehidupan makhluk di muka bumi, dan menanam pohon merupakan upaya melestarikan dan menyelamatkan bumi. Melakukan gerakan menanam pohon juga sebagai langkah menjaga keragaman hayati, menumbuhkan mata air yang baru serta menyediakan oksigen bagi makhluk hidup.

"Pohon memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan. Oleh karena itu menanam pohon merupakan salah satu upaya mitigasi bencana," ujar Sumito. Menurut Sumito, agar berhasil dalam menanam pohon, maka perlu memperhatikan 6T, yaitu pertama, tepat perencanaan, kedua, tepat pemilihan jenis, tepat pembibitan, tepat waktu penanaman, dan tepat  pemeliharaan, serta tepat waktu memanen.

Sumito juga menyinggung tentang upaya pengelolaan sampah yang perlu ditangani secara baik mulai dari hulu hingga ke hilir akan berdampak kepada kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan. Juga harus memperhatikan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Dan permasalahan sampah juga akibat dari pertumbuhan penduduk Indonesia yang berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah.

"Ketika memperhatikan jumlah penduduk Indonesia, maka akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan volume sampah. Dampaknya adalah terjadi penurunan daya dukung alam yang akan berakibat kepada kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan. Untuk itu mari kita jaga lingkungan ini dengan mengatasi permasalahan sampah dengan sebaik-baiknya serta menanam pohon untuk mencegah kerusakan bumi," ajak Sumito. 

Sumito menambahkan bahwa pemerintah pusat tidak akan mungkin bisa berbuat sendiri dalam mengatasi permasalahan ini, perlu ada dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat luas dan dunia usaha. Ketika seluruh element telah seiring sejalan dalam mengelola lingkungan, maka manfaatnya akan dinikmati oleh generasi anak cucu Infonesia.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adi Tri/Evani
Fotografer: 
Adi Tri