Syahrudin: Realisasi Investasi Di Bangka Belitung Semakin Meningkat

PANGKALPINANG - Sejak terbentuknya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, realisasi investasi di Bangka Belitng terus meningkat. Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Syahrudin ketika memberikan sambutan pada acara "Sosialisasi Pedoman Kerja Badan Koordinasi Penanaman Modal - Kepolisian Republik Indonesia Bagi Jaminan Keamanan Berinvestasi", bertempat di Gedung Mahligai Serumpun Sebalai pada hari Rabu (04/07/2018).

Syahrudin mengatakan saat ini pariwisata menjadi sektor unggulan investasi di Bangka Belitung dan sebagian besar wilayah di Provinsi Bangka Belitung telah mengembangkan pariwisata sebagai sektor unggulan investasi. Sebab, menurutnya pariwisata saat ini memberikan kontribusi yang cukup besar mengingat Bangka Belitung merupakan provinsi kepulauan dengan memiliki banyak pantai dan pulau-pulau kecil yang menarik sebagai objek wisata.

"Pariwisata saat ini menjadi sektor unggulan investasi di Bangka Belitung. Sebab, Bangka Belitung merupakan provinsi kepulauan dengan memiliki banyak pantai dan pulau-pulau kecil yang menarik sebagai objek wisata," ujar Syahrudin.

Selain itu, Syahrudin menjelaskan masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah memiliki sektor unggulan investasi yang dapat dilihat berdasarkan potensi masing-masing. Ia mencontohkan, seperti Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung dimana fokus pembangunannya diarahkan kepada industri pengolahan, perdagangan dan jasa serta pariwisata. Selain itu, daerah tersebut memiliki sektor unggulan investasi di bidang pariwisata.

Sedangkan di Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka Tengah, dan Kabupaten Bangka Selatan serta Kabupaten Belitung Timur menurut Syahrudin pembangunan disana difokuskan ke araha sektor pertanian dan perkebunan, pertambangan, industri pengolahan, perdagangan serta perikanan lau

"Dengan berbagai potensi yang dimiliki masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Bangka Belitung, perkembangan realisasi investasi mulai dari tahun 2012 hingga 2017 terus mengalami peningkatan, bahkan sudah melebihi targetnya," kata Syahrudin.

Lebih jauh, Syahrudin mengatakan saat ini sektor yang menjadi minat investor untuk berinvestasi di Bangka Belitung terutama penanaman modal asing adalah industri makanan, tanaman pangan dan perkebunan, listrik, gas dan air, transportasi, gudang dan telekomunikasi. Sedangkan investor dalam negeri lebih berminat menanamkan modalnya ke sektor tanaman pangan dan perkebunan, listrik, gas dan air, hotel dan restoran, serta industri makanan.

"Namun, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri menawarkan potensi investasi kepada para investor di sektor pariwisata, pertanian dan perkebunan, kelautan dan perikanan, serta perindustrian dan perdagangan, " ungkap Syahrudin.

Menurut Syahrudin dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu berkoordinasi dengan DPMPTSP Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pengawasan, pemantauan dan pembinaan terhadap kegiatan penanaman modal di Bangka Belitung

Melalui kerjasama Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia dan Kepolsian Republik Indonesi , Syahrudin berharap semua lembaga yang terkait dapat saling membantu dalam mengidentifikasi permasalahan dan kendala gangguan keamanan yang dihadapi investor, juga dapat saling bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan investasi di Bangka Belitung.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Suci Lestari (Pratana Humas Diskominfo Babel)