Tahun 2017 Inflasi di Bangka Belitung Menurun

PANGKALPINANG – Berdasarkan perhitungan dan pemantauan inflansi tahunan yang dilakukan oleh Bank Indonesia, Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Bangka Belitung, Tantan Heroika menjelaskan untuk kondisi inflasi di tahun 2017 di Bangka Belitung berdasarkan perhitungan year on year (yoy) mengalami penurun dengan capaian di tahun 2017 inflansi hanya sebesar 3,13 % di bandingkan tahun 2016 berada di angka 6,75 persen.

“Jadi saya sampaikan kondisi realisasi inflasi Babel pada tahun 2017 sebesar 3,13%, menurun dari tahun 2016 sebesar 6,75% (yoy), dengan capaian inflasi tahunan sebesar 3,13% (yoy), tahun 2017 menjadi pencapaian inflasi terendah Provinsi Bangka Belitung selama lima tahun," ujar Tantan di hadapan tim pengendali inflansi kabupaten/kota pada kegiatan penandatangan MoU upaya pengendalian inflansi dengan Gubernur  Babeldan bupati/ walikota di Ruang Pasir Padi pada  Senin (20/3).

Adanya pemantauan dan pengendalian terhadap sektor-sektor yang rentan penyumbang kenaikan inflasi setiap tahunnya di Bangka Belitung diungkapkan Tantan menjadi satu faktor penurunan nilai inflasi sepanjang tahun 2017.

Pengendalian tersebut dijelaskan Tantan diantaranya melalui menjaga pasokan dan distribusi serta adanya HET untuk beberapa komoditas seperti beras, gula, minyak goreng; pemantauan secara intens stok harga pangan, musim panen pada komoditas cabai dan bawang sehingga menyebabkan surplus pasokan.

Selain tindakan pengendalian, dijelaskan Tantan sinegitas program dan penanganan masalah stuktural yang terindikasi secara signifikan memberikan pengaruh terjadinya inflansi di Bangka Belitung diungkapkan Tantan perlu mendapat perhatian bersama.

“Perlu mensinergikan program pengendalian inflasi yang ada di masing – masing instansi dan segera menyepakati program pengendalian inflasi tahun 2018 serta mempercepat pemecahan permasalahan struktural pengendalian inflasi harus dilakukan terobosan dan inovasi dari berbagai aspek inflasi seperti produksi, tata niaga, jalur distribusi serta informasi dan komunikasi," jelas Tatan.

Selain itu  Tantan menjelaskan bahwa dari hasil pemantauan tim pengendali inflasi bahwa inflasi di tahun 2017 untuk wilayah Bangka Belitung beberapa komoditas penyumbang terjadinya Inflansi diantaranya adanya kenaikan tarif dasar listik (TDL) secara signifikan memberikan nilai inflansi sebesar 1,417,  diikuti komoditas hasil tangkapan laut seperti ikan kembung 0,211; ikan kerisi 0, 193; ikan bulat nilai inflansi sebesar 0,161; kemudian komoditas seperti rokok kretek dengan signifikan memberikan nilai inflasi sebesar 0,130; komoditas, tahu mentah sebesar 0.073 dan beras sebesar 0.083.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Stevani
Editor: 
Irwanto