Tahun Ini Pemutakhiran Data Masyarakat Miskin

Pangkalpinang – Tahun ini, Tim Nasional Percepatan Pengentasan Kemiskinan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan pemutakhiran data masyarakat miskin. Sementara ini BPS masih menggunakan data tahun 2011. Sedangkan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) provinsi mencatat 41.435 kepala rumah tangga sasaran di Bangka Belitung.

Herum Fajarwati Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, perkembangan sosial perekonomian masyarakat sangat cepat. Sehingga ada rumah tangga yang perekonomiannya sudah mapan, namun masih masuk dalam data masyarakat miskin. Leading sektor pemutakhiran data pengetasan kemiskinan yaitu Tim Nasional Percepatan Pengentasan Kemiskinan.

“Tahun ini pemerintah melakukan pemutakhiran data. Ini juga menjadi tanggung jawab kita semua dalam rangka pengentasan kemiskinan,” jelasnya saat mendampingi Gubernur pada acara Agenda Informasi Gubernur Menyapa RRI, di Mahligai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (25/3/2015).

Lebih jauh ia menjelaskan, tim leading sektor akan melibatkan BPS dalam melakukan pemutakhiran data. Selanjutnya BPS melibatkan seluruh aparat mulai tingkat desa, RT dan  RW. Dengan mengikutsertakan aparatur di tingkat bawah, diharapkan data yang didapat menjadi tepat sasaran.

Sementara Yan Megawandi Kepala Bappeda Provinsi Bangka Belitung menambahkan, pendataan merupakan kunci utama. Untuk itu perlu menyempurnakan dan memperbaharui data. Dalam melakukan pendataan harus dikawal bersama-sama, selain itu masyarakat diharapkan memberikan data dan informasi benar, tepat dan lengkap.

“Sehingga keputusan yang dibuat tidak diprotes di sana sini, seperti yang terjadi sekarang ini. Kuncinya adalah data yang benar. Jika datanya keliru, keputusannya juga akan keliru,” jelasnya.

Menyikapi mengenai kedaulatan pangan, Yan menegaskan, kedaulatan pangan harus terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebab peningkatan ketahanan pangan produksi beras di Babel sangat diperlukan. Langkah yang dapat dilakukan yaitu mengupayakan dan mengevaluasi pengairan irigasi sawah di Babel.

“Kita menyusun formula anggaan 2016 bersama Badan Pemberdayaan Masyarakat untuk mempersiapkan formulasi, seperti apa pemberian reward kepada desa yang berhasil mengetaskan kemiskinan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Syaifuddin Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD). Menurutnya, program penyaluran beras miskin (raskin) oleh pemerintah pusat bertujuan mengurangi beban perekonomian rumah tangga sasaran. Saat ini tercatat 41.435 kepala rumah tangga sasaran di Babel.

“Sementara ini sedang mengatur reward untuk desa yang berhasil mengentaskan raskin. Ini untuk memancing desa-desa lain, dan akan dikoordinasikan dengan Bappeda Provinsi Babel,” ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adi Tri Saputra
Fotografer: 
Surianto
Editor: 
Huzari