Tajuddin: Dokumen RZWP3K Harus Berdasarkan Existing Condition

Pangkalpinang - Konsultasi publik penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) pada hari Senin (8/11/2017) digelar di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan tersebut merupakan dokumen awal yang disiapkan oleh pihak konsultan dan disusun berdasarkan kondisi existing.

Dengan mengundang berbagai stakeholder terkait, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, K. A. Tajuddin berharap para peserta dapat mencermati dokumen awal penyusunan RZWP3K tersebut untuk penyempurnaan dokumen. “Dari dokumen awal ini, kita berharap ada masukan dari peserta rapat. Ini merupakan kesempatan bagi mereka (para peserta) untuk menyampaikan data tersebut untuk kelengkapan dokumen awal,” ujar Tajuddin.

Target tahapan penyusunan RZWP3K adalah menyepakati kondisi keadaan sebenarnya di lapangan (existing condition) dan usulan rencana untuk pemanfaatan ruang laut, sehingga rencana tersebut dapat diimplementasikan.

“Pendekatan ini merupakan pendekatan empirik di masyarakat, nanti juga dikaitkan dengan pendekatan kajian ilmiah sehingga kita akan mendapatkan rencana zonasi yang lebih komprehensif,” jelas Tajuddin.

Terkait dengan teknisnya, Irza Ridwan M.Si selaku pihak konsultan menjelaskan tahapan penyusunan RZWP3K diawali dengan pengumpulan data dimulai dari dinas kelautan dan perikanan, kemudian dilkukan survey ke lapangan. Dari data tersebut dibuat satu set data 13 (tiga belas) tematik dan 24 (dua puluh empat) turunan set data tematik, serta juga peta dasar.

“Untuk melengkapi itu, kami dari pihak konsultan juga diminta untuk menyusun dokumen-dokumen materi teknis, mulai dari dokumen awal, antara, sampai final,” terang Irza.

Lebih jauh Irza menjelaskan bahwa dari rangkaian kegiatan ini yang terpenting adalah peta alokasi ruang. “Seperti apa alokasi ruang existingnya dan ruang perencanaan di Bangka Belitung," lanjut Irza.

Selanjutnya, dari dua peta perencanaan tersebut akan di overlay. yang merupakan adalah prosedur penting dalam analisis SIG (Sistem Informasi Geografis). Overlay yaitu kemampuan untuk menempatkan grafis satu peta diatas grafis peta yang lain dan menampilkan hasilnya di layar komputer atau pada plot. Secara singkatnya, overlay menampilkan suatu peta digital pada peta digital yang lain beserta atribut-atributnya dan menghasilkan peta gabungan keduanya yang memiliki informasi atribut dari kedua peta tersebut agar terjadi kesesuaian.

Irza memberikan salah satu contoh untuk menjelaskan. “Jadi nanti bisa saja dinas perikanan kelautan mem-plot perencanaan budidaya disuatu tempat tanpa memperhatikan kualitas perairan, sementara di tempat tersebut ternyata juga ada IUP masyarakat. Melihat kondisi tersebut, kami dapat memberikan rekomendasi untuk menggeser perencanaan budi daya perairan tersebut,” jelas Irza.

Pemberian rekomendasi tersebut harus sesuai dengan kajian lahan yang telah dilakukan. Irza berharap laporan antara, peta existing perencanaannya sudah fix untuk dapat disepakati bersama pada tahapan konsultasi publik.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo