Taman Mangrove Kurangi Resiko Bencana

PANGKALPINANG - Masih dalam rangka memperingati Hari Kemerdekan Republik Indonesia ke 72 dengan tema ‘Kerja Bersama’  yang dipadukan dengan Hari Kemanusiaan Dunia dengan Tema ‘Pengurangan Resiko Becana’ yang jatuh pada Bulan Agustus ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang berinisiasi membuat Taman Mangrove. Sebagai langkah awal, BPBD Kota Pangkalpinang menanam Pohon Mangrove sebanyak 2000 bibit Mangrove di Pelabuhan Tanjung Bunga, Air Itam Pangkalpinang, Jumat (25/08/2017). Gerakan ini juga sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pangkalpinang, Mikron Antariksa mengatakan bahwa salah satu cara untuk mengurangi resiko banjir adalah dengan melestarikan tanaman mangrove, namun dikatakannya selama ini yang kerap dilakukan hanya menanam kemudian ditinggalkan. “Kami menjalankan konsep baru, yaitu Taman Mangrove.” Ungkapnya.

Menurut Mikron, taman ini akan dirawat hingga tumbuh dan berkembang layaknya sebagai tumbuhan. Selain itu sebagai cagar alam dan sekaligus Kota Pangkalpinang memiliki Taman Mangrove perkotaan. Konsep Pencanangan Taman Mangrove ini adalah salah satu usaha untuk mengubah alam yang biasa saja menjadi salah satu icon Kota Pangkalpinang.

Lebih lanjut dijelaskannya yang hadir dan ikut dalam penanaman Mangrove ini adalah pihak-pihak yang sangat peduli, bahkan haya memerlukan waktu 1 (satu) minggu dalam persiapannya terhitung sejak HUT RI yang Jatuh pada 17 Agustus lalu. “Mudah-mudahan ini terus berkesinambungan,” harapnya.

Diakuinya bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang akan mendukung penuh dalam pengelolaan Taman Mangrove ini di Tahun 2018, diantaranya  untuk perawatan, penanaman kembali dan pembuatan taman-taman hingga jalan setapak untuk pengunjung berjalan kaki. “Kegiatan dan pelaksaannya nanti melekat dan dibawah Komando BPBD Kota Pangkalpinang yang bekerjasama dengan beberapa pihak,” ungkapnya.

Hadir pada kesempatan ini, Wakil Walikota Pangkalpinang, Muhammad Sofian sekaligus meresmikan pembangunan Taman Mangrove ditandai dengan pembubuhan Tanda tangan pada papan plang nama Taman Mangrove.

“Pangkalpinang ini milik kita bersama, karena itu dibutuhkan partisipasi dari semua pihak,” ungkap Wakil Walikota, M. Sopian. Wakil Walikota Pangkalpinang menjelaskan penanaman mangrove ini tidak difasilitasi oleh Anggaran dari Pemerintah Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2017, tetapi bisa terealisasi atas penggalangan dana dari beberapa pihak yang mau berpartisipasi, diantaranya BRI, Bank Sumsel Babel, Kamar Dagang Indonesia, Bangka Botanical Garden dan pihak lain yang memiliki .

“Kita akan membuktikan manfaatnya untuk masyarakat, bahwa dengan kebersamaan kita tetap dapat melaksanakan kegiatan dengan pendaan yang apa adanya,” tambahnya.

Selain itu, Sofian mengerahkan semua OPD di Pemerintah Kota Pangkalpinang sesuai tanggungj awabnya masing-masing untuk dapat mengoptimalkan fungsi semua barang yang selama ini tidak dimanfaatkan. Selain BNPB Kota Pangkalpinang, ikut terlibat dalam penanaman mangrove ini adalah Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pangkalpinang, Karang Taruna, Kepolisian, TNI hingga Tagana.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Nonadp
Fotografer: 
Nonadp
Editor: 
Ahmad Fauzan Syahzian