Tantangan Untuk RRI dalam Industri Penyiaran Saat Ini

Sungailiat – Hari ini merupakan hari yang baik bagi Ahmad Subari Nasution, dimana beliau baru saja dilantik menjadi Kepala LPP RRI Sungailiat yang baru, menggantikan Kepala LPP RRI Sungailiat yang lama yaitu Drs. H Mirza M, MM yang akan ditugaskan di kampung halamannya sebagai Kepala Stasiun RRI di Banda Aceh.

Akan ada rasa kehilangan atas pergantian pemimpin, dimana hal itu terlihat dari wajah para staf yang menghadiri acara Serah terima jabatan Kepala LPP RRI Sungailiat , di gedung RRI Sungailiat pada hari Jum’at tanggal 17 Mei 2013. Dan kemudian acara pun berlangsung dengan khidmat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika rovinsi Kepulauan Bangka Belitung H. KA Tajuddin dalam hal ini mewakili Gubernur yang tidak dapat menghadiri acara tersebut, mengawali pembukaan sambutannya dengan memberikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Ahmad Subari Nasution, tak lupa juga mengucapkan terimakasih kepada Drs. H Mirza M, MM atas pengabdiannya yang telah memimpin RRI Sungailiat.

“Semoga hubungan tali silaturahimnya tidak terputus, jarak boleh jauh tetapi hati teap dekat,” ucap Kepala Diskominfo Pemprov Tajuddin.

Saat ini di Bangka Belitung sendiri dalam waktu yang sangat singkat, telah tumbuh radio-radio swasta, tidak kurang dari 25 radio, dan RRI masih membuktikan eksistensi dirinya.

Menurut informasi yang didapat dari Direktorat yag menangani frekuensi, untuk Babel kesedian kanal frekuensi sudah sangat terbatas, sudah dipergunakan oleh radio-radio swasta, bahkan untuk di Pangkalpinang sudah tidak ada sama sekali.

“Informasi ini membuktikan bahwa industri siaran di Babel sudah cukup pesat, tetap menarik untuk para investor untuk menanamkan modal nya di bidang industri siaran, dan bagi RRI sendiri kondisi ini menjadi suatu tantangan, karena makin bersaing ketat berkompetisi dalam merebut pangsa pasar masyarakat,” menurut Tajuddin.

Akan tetapi, ada juga keunggulan bagi RRI atau radio-radio yang dikelola oleh lembaga pemerintah, yaitu dari infra struktur dan sumber dana, dimana dari sisi anggaran sudah terjamin dan tersedia, sehingga keunggulan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Bukan berarti dengan adanya fasilitas nantinya hanya akan membuat jadi terlena, dan mengurangi kreatifitas tanpa merasa perlu untuk melakukan inovasi. Dan hal ini yang menjadi tantangan bagi para Kepala RRI dimana pun berada.” Ujar Tajuddin mengingatkan. (K5/TMC)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo
Editor: 
Khalimo