Target KIM Menjadi Cyber Teacher

Bandung – Ke depan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) akan menjadi cyber teacher atau guru di ruang publik. Sebab KIM menyiapkan dan mendesiminasikan konten bermuatan pendidikan, pemberdayaan, pencerahan dan NKRI kepada masyarakat. Selain menyebarluaskan informasi di ruang publik, KIM juga menyebarluaskan informasi di dunia maya.

Freddy H Tulung Tenaga Ahli dan Praktisi KIM Kemenkominfo RI mengatakan, KIM tidak hanya menyampaikan informasi tentang program pemerintah, tapi juga menyampaikan informasi program kemasyarakatan pihak swasta atau organisasi. KIM harus peka terhadap perkembangan di masyarakat, karena KIM merupakan kelompok berorintasi pada layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat.

"Selain menyampaikan pesan, kehadiran KIM dapat membantu masyarakat memecahkan persoalan kemasyarakat yang ada di daerah," kata Freddy saat acara sarasehan Kelompok Informasi Masyarakat di Hotel Harris Bandung, Jumat (18/11/2016).

Kelompok informasi masyarakat harus menerapkan behavior change communication. Sehingga KIM harus dapat mewujudkan komunikasi bukan sekedar menyebarkan pesan, tetapi harus mampu menumbuhkan motivasi dan mengubah perilaku orang. Perkembangan informasi yang pesat membuat peran KIM semakin nyata.

Era informasi dan modernisasi TIK, jelasnya, masyarakat dapat dengan mudah dan cepat memperoleh informasi. KIM bisa menjadi basis tempat pendidikan yang disebut media literasi, di mana anggota KIM bisa memahami informasi dan teknologi sebagai guru untuk meningkatkan daya paham masyarakat terhadap dampak negatif informasi dan teknologi.

"KIM juga melaksanakan literasi media digital. Agenda dilakukan seperti menyusun, melaksanakan serta memproduksi pesan dalam program literasi media digital bagi warga. Literasi media membantu warga dalam memberikan perspektif jelas antara realitas sosial dan realitas media," tegasnya.

Sementara Yus Kartiman Praktisi dan Penggiat KIM Bandung menyarankan perlu dibentuk forum kelompok informasi masyarakat tingkat nasional. Sehingga memudahkan berbagi informasi dan pengalaman di antara anggota KIM. Adanya forum KIM, wawasan komunikasi semakin luas, anggota aktif semakin bertambah dan kecepatan akses informasi meningkat.

"Forum KIM hadir tidak untuk berkompetisi, tetapi memperbanyak kolaborasi. Forum KIM juga dapat memonitoring perkembangan dan meningkatkan potensi anggotanya," tegas Yus.

Ada tiga hal penting membentuk forum KIM. Ia menjelaskan, pertama anggota bisa saling berkolaborasi untuk berbagi informasi dan mengatasi persoalan. Kedua, membentuk forum harus sama visinya agar dapat dikelola demi kepentingan bersama. Sedangkan ketiga harus ikhlas, artinya anggota KIM harus ikhlas menjalankan peran Adinda.

“KIM di Bandung banyak bergerak di bidang informasi. Karena ada forum KIM selalu aktif selama 24 jam dalam menyebarkan informasi. Forum KIM punya grup yang memudah kita mengontrol informasi,” paparnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra