Tiga Instansi Berkolaborasi Membangkitkan Potensi Daerah Pedesaan, Begini Caranya

BUKIT LAYANG - Sedikitnya tiga instansi pemerintah berkolaborasi membangkitkan potensi daerah pedesaan di Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka. Tiga instansi tersebut di antaranya, Diskominfo, Dinas Koperasi dan UMKM Babel serta Stasiun RRI Sungailiat. Salah satu program yang akan dijalankan yakni, merealisasikan kampung radio.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sudarman mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk melakukan kerja sama dengan memberikan pembinaan. Sehingga bisa membantu masyarakat memperkenalkan produk UMKM di desa dengan mengkomunikasikan secara dengan baik. 

"Sekarang ini perdagangan sudah menggunakan media online. Gunakan teknologi, lalu bekerja sama dengan jasa pengiriman untuk menyampaikan barang tersebut. Kita ingin melibatkan semua pihak, dan Desa Bukit Layang akan dijadikan kampung radio," kata Sudarman saat pertemuan di Kantor Kades Bukit Layang, Jumat (5/10/2018).

Nanti akan banyak orang berkunjung ke desa untuk melihat potensi daerah. Sudarman mencontohkan, mengenai proses pemasaran potensi udang yang ada di Desa Bukit Layang. Jika sebelumnya masyarakat menjual udang mati, namun ke depan masyarakat bisa menjual udang dalam keadaan hidup.

Sementara Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Jon Seragih menjelaskan,  potensi bisa dikembangkan di Desa Bukit Layang, di antaranya produk UMKM, potensi udang serta potensi wisata berupa air terjun. Dengan adanya pertemuan ini, dapat membangkitkan potensi-potensi di desa. Untuk mengembangkan bisnis pariwisata pun harus didukung potensi UMKM.

"Jika ingin mendatangkan wisatawan, maka kita harus meningkatkan kualitas produk UMKM. Untuk produk berupa makanan, hendaknya dapat menjamin keamanan konsumen ketika dikonsumsi. Ini harus didukung generasi muda, lalu ke depan desa ini berkembang dan generasi mudanya menjadi pengusaha," harap Jon Saragih.

Peran generasi muda sangat penting untuk mengembangkan potensi daerah. Ia menambahkan, produk UMKM harus dikemas dengan baik untuk meningkatkan nilai jual. Dinas UMKM akan melakukan pembinaan pelaku UMKM. Sedangkan Diskominfo mungkin bisa membantu dalam bidangnya seperti memanfaatkan internet untuk pemasaran produk.

"Untuk menambah nilai produk UMKM, harus memperbaiki produknya. Jika produk atau kemasannya baik, maka yakinlah akan ada nilai tambah. Selain itu perlu memperhatikan dan melakukan pendampingan dalam pengelolaan sektor UMKM," kata Jon Saragih.  

Kepala Stasiun RRI Sungailiat Hariyanto menambahkan, banyak potensi bisa dikembangkan namun belum tersambung. Kekuatan di desa akan memperkuat pondasi negara. Untuk itu RRI akan menyambungkan potensi yang ada di pedesaan, sehingga masyarakat luas mengetahui keberadaan potensi pedesaan.

"Kita bisa menjadikan desa ini sebagai desa percontohan. Sementara stasiun RRI akan mengkomunikasikan dan menjadikan informasi di desa sebagai informasi yang dapat didengar oleh pihak kementerian," kata Hariyanto.

Sebelumnya Kepala Desa Bukit Layang, Bakam, Kabupaten Bangka Andry menjelaskan, pihak desa ingin mewujudkan kampung radio. Ini bagian upaya untuk membangkitkan sektor UMKM. Terutama dalam pembuatan abon yang diproduksi oleh UMKM di desa ini. Pemasaran produk mengikuti zaman dengan cara memanfaatkan teknologi.

"Banyak UMKM di desa sekitar wilayah Bakam. Seperti UMKM membuat bedak berbahan baku pinang, dan banyak lagi pelaku UMKM lainnya. Namun selama ini masih kurang dana dan prasarana. Selain itu pelaku UMKM kita juga membutuhkan pembinaan," kata Andry.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari