TINGKATKAN KUALITAS FORUM ANAK BABEL, DP3ACSKB LAKUKAN ADVOKASI & KIE

PANGKALPINANG-- Guna  mendukung pengembangan kualitas maupun kuantitas Forum Anak Bangka Belitung, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan Advokasi dan Pembinaan Komunikasi Informasi dan Edukasi Kebijakan Forum Anak tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (28/11/2019) di Hotel Bangka City.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti.  Dalam sambutannya Susanti mengatakan bahwa anak sebagai generasi penerus bangsa harus dipenuhi hak-haknya, dilindungi, dijaga perkembangannya dan didengar aspirasinya sert diarahkan langkahnya agar tak terjerumus kedalam pergaulan yang salah.

"Forum anak ini merupakan wadah besar bagi anak-anak dan semua anak-anak Bangka Belitung anggotanya, namun pengurusnya melalui  pemilihan," terangnya.

Susanti menghimbau agar Forum Anak secara berjenjang harus dilibatkan di musrenbang.

"Kedepannya Forum Anak sebagai 2P (Pelopor dan Pelapor) betul-betul bisa diimplementasikan dan Forum Anak bisa mempunyai kegiatan sendiri misalnya kegiatan untuk mengatasi kekerasan terhadap anak dan diajarkan juga bagaimana membuat perencanaan kegiatannya," jelas Susanti.

Pemangku kepentingan diharapkan bisa mengakomodir hal ini. Forum anak juga harus bisa menjadi Pelopor dan Pelapor dengan mengupayakan tidak melakukan perkawinan anak,  seks bebas, narkoba dan lain sebagainya.

"Ada berita gembira setelah saya menghadiri forum diskusi di pusat bahwa peringkat perkawinan anak di Bangka Belitung telah mengalami penurunan, dari yang tadinya ranking ketiga nasional dan sekarang turun menjadi ranking 11 nasional," tuturnya.

Ini tak lepas dari dukungan penuh Gubernur Bangka Belitung, dukungan lintas sektor, dukungan dari dewan, juga dukungan dari media massa bagaimana untuk memenuhi hak-hak anak-anak di Bangka Belitung ini.

Untuk mencegah perkawinan anak, kita juga telah melakukan penandatanganan MOU dengan pengadilan tinggi agama juga melatih konselor sebaya.

Susanti berharap agar penggiat forum anak ini bisa menjadi agen pembaharu di tengah komunitas agar menjadi role model dan memberi dampak positif di zaman yang makin kompetitif ini.

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
Lisya Ayu