Tingkatkat Kualitas Hidup Lansia, Babel Dorong Puskesmas Santuni Lansia

PANGKALPINANG –Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus mendorong dan mengupayakan peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar lansia dengan Puskesmas Santun Lansia (PSL).

Fasilitas kesehatan di Bangka Belitung pun harus memperhatikan semua aspek geriatri secara paripurna, terpadu, dan terintegrasi secara profesional dan berkualitas. Puskesmas sebagai unit terdepan dalam pelayanan kesehatan diharapkan mampu melakukan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif tingkat dasar bagi lanjut usia.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto Senin (12/3).

“Hingga tahun 2017, 34 dari 62 puskesmas yang ada di Babel sudah menerapkan program santun lansia ini. Sedangkan puskesmas dengan posyandu lansia aktif sudah mencapai 100 persen, dengan total 533 posyandu di 389 desa.

Berdasarkan data, jumlah lansia enam puluh tahun ke atas di Babel pada tahun 2017 sebesar 118.878 dan yang mendapat pelayanan kesehatan sebanyak 44.362 (39,49 persen). Target nasional tahun 2017 sebesar 35 persen dan target 2018 meningkat menjadi 50 persen,” jelasnya.

Berikan pelayanan prioritas kepada lanjut usia. Dimulai dari hal yang sederhana, lanjut Mulyono, sediakan akses masuk yang sesuai dengan kriteria untuk lansia. “Misalnya, siapkan pegangan khusus untuk memudahkannya saat berjalan. Selain tersedia fasilitas kursi roda, harus ada jalan khusus untuk kursi roda tersebut,” jelas Mulyono.

Penyakit yang diderita lansia jarang dengan diagnosis tunggal, melainkan multidiagnosis. “Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013 sekitar 34,6 persen lansia menderita satu penyakit, 28 persen dengan dua penyakit, 14,6 persen dengan tiga penyakit, 6,2 persen dengan empat penyakit 2,3 persen dengan lima penyakit 0,8 persen dengan enam penyakit dan sisanya dengan tujuh penyakit atau lebih,” rincinya.

Lebih lanjut Mulyono menjelaskan penanganan kasus penyakit seperti ini tidaklah mudah. “Selain multidiagnosis, penyakit pada lansia umumnya merupakan penyakit degeneratif dan kronis. Penanganannya membutuhkan waktu lama dan biaya tinggi sehingga akan menjadi beban yang sangat besar bagi masyarakat dan pemerintah, termasuk bagi program Jaminan Kesehatan Nasional,” jelasnya.

“Tingginya jumlah populasi lanjut usia menjadi tantangan pembangunan. Jika tidak ditangani dengan baik, tentunya akan menjadi masalah kesehatan. Diperlukan program pelayanan kesehatan lanjut usia yang terencana dan pembinaan kesehatan pada kelompok pralanjut usia dan lanjut usia sejak dini, salah satunya puskesmas santun lansia,” pungkas Mulyono.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adinda (Pranata Humas Dinkes Babel)
Fotografer: 
Mulyani Endang
Editor: 
Irwanto