Tokoh Babel Terima Gelar Adat Kerajaan Mempawah

Pontianak, Rabu (9/1) - Delapan tokoh - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masing-masing Gubernur Eko Maulana Ali, Wakil Gubernur Rustam Effendi, KApolda Bangka Belitung Budihartono Untung, pelaku usaha Hidayat Arsani, Lembaga Adat Melayu (LAM) DR. Ibnu Hajar Emha, Imron Pangkapi, Ramli Sertanegara dan Cahyono   menerima Darjah Kebesaran atau gelar adat dari Kerajaan Mempawah Amantubillah, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (9/1) malam. Acara penabalan adat berlangsung di Istana Kerajaan Mempawah Amantubillah yang diberikan langsung oleh Raja Mempawah Pangeran Ratu Mulawangsa DR Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim MSc.

Eko Maulana Ali memperoleh gelar Y.A.M. Tuan Muda Dato' Sri Paduka Astana, sedangkan Rustam Effendi menerima gelar Y.M. Dato' Sri Petinggi Astana, sedangkan nama gelar  yang lain dengan rasa tiada rasa hormat kami tidak bisa kita sebutkan secara satu persatu.

Pemberian gelar adat kepada  petinggi Babel tersebut berawal dari undangan Kerajaan Mempawah Amantubillah dalam menjalin kerjasama negeri rumpun melayu. Selain itu, Babel dan Kalimantan Barat tergabung dalam Sekretariat Bersama Lembaga Adat Melayu, bersama Provinsi Jambi dan Kepulauan Riau.

Gubernur Eko Maulana Ali dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kerajaan Mempawah Amantubillah yang diberikan langsung oleh Raja Mempawah Pangeran Ratu Mulawangsa DR Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim MSc. yang secara langsung penganugrahan gelar adat kepada petinggi dari Bangka Belitung ini, tidak lupa pula Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada Pangeran Kerajaan Mempawah  raja 13 Amantubillah yang pada malam ini bisa melaksanakan penganugrahan gelar adat yang merupakan acara kebesaran  di keraton kerajaan Mempawah Pontianak ini,  semoga raja mendapat perlindungan dari allah SWT, aman, damai  dan masyarakatnya hidup sejahtera,  disamping itu Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Eko Maulana Ali menyampaikan rasa Syukur kita kepada Allah SWT atas penganugrahan gelar adat kepada petinggi dari Bangka Belitung, yang mana dalam kesempatan ini turut di saksikan oleh rombongan dari Bangka Belitung.

Sementara itu Raja Mempawah Pangeran Ratu Mulawangsa DR Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim MSc mengucapkan selamat datang kepada Gubernur, Wakil Gubernur  Kepulauan Bangka Belitung beserta rombongan Baik dari Bangka Belitung maupun para undangan lainnya yang mana pada pada kesempatan ini dapat menghadiri penganugrahan gelar adat di keraton kerajaan Mempawah serta menyampaikan mohon maafnya apabila ada hal-hal yang kurang berkenan karena kita sebagai umat tidak luput dari kekurangan dan kehilapan.

Sebelumnya, Gubernur Eko Maulana Ali beserta rombongan menghadiri kegiatan pembukaan event tahunan Robo-robo di Dermaga Kuala Mempawah, Kabupaten Pontianak. Di lokasi tersebut, Eko Maulana Ali beberapa kali dipeluk ramah oleh Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma.

Seremoni pembukaan berlangsung meriah dihadiri sekitar tiga ribu warga dari berbagai pelosok Kalimantan Barat. Menurut Bupati Pontianak H Ria Norsan MH MM, event Robo-robo merupakan napak tilas kedatangan Opu Daeng Manambon yang mendirikan Kota Mempawah. Mereka berkumpul bersama pada hari Rabu akhir bulan Safar untuk bersama-sama membangun Mempawah. Kegiatan napak tilas diawali dengan ziarah ke makam Opu Daeng Manambon dan ritual membuang sesaji ke tengah laut.

Usai kegiatan seremoni, Gubernur Babel Eko Maulana Ali didaulat untuk melepaskan itik sebagai tanda dibukanya lomba menangkap bebek yang merupakan rangkaian event Robo-robo. Uniknya, lomba ini diikuti peserta laki-laku dari atas perahu, dan selanjutnya para peserta berebutan terjun ke sungai dan berenang untuk menangkap itik-itik yang telah dilepas. Tepat tengah hari, Eko dan rombongan dijamu hidangan Saprahan (tradisi makan bersama warga pesisir layaknya tradisi nganggung-red). Selanjutnya rombongan bertolak menuju Istana Kerajaan Mempawah Amantubillah untuk menghadiri undangan jamuan Saprahan kedua di aula istana. Di lokasi ini, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma dan istri menghadiahkan sebuah lagu ciptaan sang raja kepada Gubernur Babel yang berjudul Legenda Serumpun Sebalai. Bahkan lagu tersebut sudah direkam dalam kepingan cakram sebagai bingkisan dari Istana Kerajaan Amantubillah. Selain lagu, Raja Mardan Adijaya juga menyerahkan sebilah keris kepada Eko Maulana Ali sebagai ikatan persaudaraan dua negeri melayu.

"Keris ini saya titipkan kepada Lembaga Adat Melayu Bangka Belitung guna mempererat hubungan baik antara Kerajaan Melayu Mempawah Amantubillah dengan Negeri Melayu Serumpun Sebalai," ungkap Eko yang disambut aplaus para undangan yang hadir.

Dalam lawatan dua harinya di Pontianak, Eko Maulana didampingi istri Hj. Noerhari Astuti, Wakil Gubernur Rustam Effendi dan istri, Ketua DPRD Babel Ismiryadi, Kapolda Brigjend Polisi Budi Hartono Untung, Kajati Babel Budiono SH, Danrem Gaya Kolonel Didied Pramoedito, Danlanal Babel Kolonel Laut (P) Isbandi Andrianto, termasuk para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Babel. Hadir pula Lembaga Adat Melayu Babel Serumpun Sebalai yang dipimpin ketua Ibnu Hadjar Emha. Selesai penganugrahan Adat oleh Kerajaan Mempawah dilanjutkan dengan bersilaturrahim bersama undangan dan makan malam bersama para undangan. (Eff/TMC/skdi).

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Eff/TMC/SKDI