Transmisi 150kV Bawa Angin Segar

Kelapa – Yanuar Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat menyambut baik penarikan jaringan transmisi 150kV. Ini menjadi angin segar bagi masyarakat dan bidang investasi. Pasalnya ketersediaan listrik merupakan salah satu daya tarik pengusaha untuk berinvestasi, dan ini berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Adanya penarikan jaringan transmisi 150kV, membuat masalah gangguan listrik dan pasokan listrik di Bangka Barat teratasi. Karena selama ini masih menggunakan sistem 20kV,” jelasnya saat acara Penarikan Pertama Transmisi 150kV di Kelapa, Kamis (2/4/2015).

Daya listrik di Bangka Barat masih kurang. Ia menjelaskan, sampai saat ini masih ada dua dusun yang belum teraliri listrik. Diharapkan jaringan ini segera terkoneksi dengan baik, agar dapat menyelesaikan persoalan tersebut. Mengenai pembebasan lahan masyarakat yang terkena proyek bisa berkoordinasi dengan PLN, sehingga tidak mengganggu program pembangunan menara.

"Masyarakat bisa membantu mempermudah program pembangunan menara ini. Pemda dan masyarakat harus mendukung sepenuh program ini," harapnya.

Ari Wardawa GM Manager PLN Wilayah Bangka Belitung mengatakan, penarikan jaringan transmisi 150kV sebagai bagian dari penguatan sistem jaringan untuk Pulau Bangka, khususnya Bangka Barat. Seratus persen suplai listrik Bangka Barat selama ini masih menggunakan PLTD. Sistem tegangan juga tidak begitu bagus, khususnya untuk daerah Kelapa dan Jebus.

“Kawat 20kV sering terjadi gangguan. Dengan adanya gardu induk dan transmisi 150kV ini, masalah gangguan listrik dapat teratasi. Ini bentuk penguatan sistem jaringan di Babel,” jelasnya.

Persediaan daya listrik di Bangka Belitung saat ini mencapai 135 MW. Menurutnya, semua pelanggan besar sudah dipenuhi tanpa adanya pemadaman bergilir. Dengan persediaan saat ini, Bangka Belitung memiliki kelebihan daya sebesar 25 MW. Kelebihan daya tersebut merupakan hasil dari produksi daya di PLTU Air Anyir.

Agar Bangka Belitung mempunyai persediaan daya yang lebih banyak, jelasnya, PLN berupaya mengoptimalkan PLTU dengan melakukan pembangunan jaringan bawah laut yang terkoneksi ke wilayah Pulau Sumatera. Langkah ini dilakukan untuk menambah ketersedian daya listrik di Pulau Bangka.

“Mudah-mudahan pembangunan jaringan transmisi 150kV ini segera terselesaikan tahun ini, sehingga permasalahan listrik di Kabupaten Bangka Barat dan Bangka Tengah bisa terselesaikan. Pembangkit minyak bisa terganti dengan PLTU Air Anyir," harap Ari.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari