Transportasi Udara Sumbangi Inflasi di Kota Pangkalpinang

PANGKALPINANG - Tercatat pada data BPS pada Juni 2017 Kota Pangkalpinang mengalami Inflasi sebesar 1,16 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 136,38 dan yang menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kota Pangkalpinang yakni transportasi udara, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 5,46 persen terjadi kenaikan indeks dari 132,39 pada Mei 2017 menjadi 139,62 pada Juni 2017.

Subkelompok transport mengalami inflasi sebesar 8,47 persen, sedangkan subkelompok komunikasi dan pengiriman deflasi sebesar 0,23 persen. Sementara itu subkelompok sarana dan penunjang transport dan subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks atau relatif stabil, secara keseluruhan kelompok ini memberikan sumbangan ilflasi sebesar 0,61 persen dan komuditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi yakni angkutan udara dan kendaraan carter atau rental.

Menurut Darwis Sitorus, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukan oleh naiknya indeks di enam kelompok pengeluaran yakni kelompok bahan makananan sebesar 0,14 persen, Kelompok bahan makanan jad, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,18 persen, Kelompok perumahan, air , listrik, gas dan bahan bakar inflasi sebesar 0,32 persen, sementara untuk kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen, kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen.

“Tingkat inflasi tahun kalender sampai dengan Juni 2017 Inflasi sebesar 2, 23 persen dan tingkat inflasi tahun ketahun (Juni 2017 terhadap Juni 2016) sebesar 7,33 persen, sementara kelompok sandang deflasi sebesar 0,01 persen.”Ungkap Darwis Sitorus saat Konfrensi Pers di Ruang Rapat BPS pada 03/07/2017.

Inflasi juga terjadi di Kota Tanjungpandan sebesar 1,83 persen , jika di kota Pangkalpinang sumbangan inflasi terjadi pada transportasi udara lainhalnya dnegan Kota Tanjung pandan sumbangan inflasi tertinggi yakni pada bahan makanan sebesar 3,08 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,60 persen, kelompok perumahan, air listrik gas dan bahan bakar sebesar 0,03 persen, kelompok sandang sebesar 2,48 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,16 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,060.

Dari 82 kota di Indonesia menunjukan bahwa 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi dikota Tual sebesar 4,48 persen dan deflasi tertinggi terjadi di Kota Singaraja sebesar 0,64 persen.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani/Suci Lestari
Fotografer: 
Suci Lestari