Wagub Akhiri Safari Ramadhan di Masjid Al Falah Sungaiselan

SUNGAISELAN - Tanpa terasa beberapa hari lagi Ramadan segera berakhir dan umat muslim segera menyelesaikan ibadah puasa. Kalau sudah menjalankan ibadah puasa dibulan penuh kemuliaan ini dengan hikmat maka akan lahir hati yang terpelihara didalam diri.
 
Demikian disampaikan Abdul Fatah Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat mengakhiri kegiatan Safari Ramadan di Masjid Al Falah Sungaiselan, Kamis (22/6/2017). Sebagaimana diketahui, kegiatan Safari Ramadan dimulai dari Masjid At Taubah Sinar Jaya Kelurahan Jelutung Sungailiat Bangka, Selasa (30/05/17) malam lalu.
 
Wakil Gubernur menambahkan bahwa dalam bulan ramadhan, dimana ibadah dapat dilaksanakan dengan full. Begitu ramadhan berakhir, diharapkan apa yang telah dijalankan dapat terus dilanjutkan dibulan-bulan selanjutnya.
 
"Walaupun ramadhan telah menggalkan kita, Ibadah kita harus tetap jadi lebih baik. Saya juga berharap kehidupan masyarakat Babel yang plural ini bisa dijalankan dengan aman dan damai," ucap Abdul Fatah dihadapan jamaah masjid Al Falah Sungaiselan, Kamis (22/06/17).
 
Saat disinggung tentang pembangunan di desa, Ia menutukan bahwa anggaran pembangunan desa berasal dari PAD, ADD dan bantuan dari pemkab, pemprov dan pemerintah pusat. Dengan dana ini, pembangunan infrastruktur desa bisa dilakukan dan selanjutnya adalah pemberdayaan masyarakat. Sehingga bisa menggerakan pertumbuhan ekonomi masyarakat tingkat desa.
 
"Jika ekonomi desa tumbuh, maka desanya menjadi desa yang diharapkan. Mari bangun desa, bangun Bumdes karena hasilnya akan dikembalikan untuk mensejahterakan masyarakat desa," tuturnya.
 
Sebelumnya, Wakapolda Babel Kombes (Pol) Tantan Sulistyana mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada akan berkembang paham radikal seperti kelompok Isis. Kelompok seperti akan menyuruh menyuruh pengikutnya untuk bertempur diwilayahnya. Paham radikal seperti ini juga terjadi di Negara Filipina.
 
"Mari hati-hati dan antisipasi perkembangan paham-paham radikal yang semakin marak. Kita bersama coba cegah paham radikal ini untuk tidak muncul di Babel," ujar Wakapolda.
 
Selain tentang paham radikal, Wakapolda juga mengingatkan tentang dasyatnya perkembangan media sosial. Media sosial ini begitu dasyat apabila menshare informasi yang tidak benar karena jutaan orang akan mendapatkan informasinya. Sejauh ini ada kecenderungan media sosial digunakan untuk saling menyalahkan. Sehingga MUI pun telah mengeluarkan fatwa tentang menggunakan media sosial.
 
"Masyarakat harus lebih bijak menggunakan media sosial. Media sosial harus digunakan untuk hal yang positif dan jangan gunakan untuk menfitnah dan mengadudomba," tegasnya.
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto/Adi Tri
Fotografer: 
Adi Tri