Wagub Berharap RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno Dalam Waktu Dekat Dapat Menjadi RS Tipe B

Pangkalpinang – Wakil Gubernur Abdul Fattah bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Mulyono Susanto, pada hari rabu pagi (01/11/2017) menyambut kedatangan dr. David Tandean Sp BS dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, yang didampingi oleh dr Ferry Kurniawan Sp BS, dan dr Farhan Sp An di ruang kerjanya, dimana beberapa waktu yang lalu pihak pemerintah provinsi telah membuat suatu nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan pihak RSCM dalam membangun peningkatan pelayanan kesehatan, yang membuat RSCM menjadi Sister Hospital dari RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno. Pertemuan tersebut membahas mengenai peningkatan upaya pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Bangka Belitung.

Peningkatan pelayanan kesehatan tersebut salah satunya adalah dibidang bedah syaraf, dimana Wagub berkeinginan nantinya RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno dapat dijadikan pusat layanan bedah syaraf regional. “Namun hal ini masih dikaji, dan perlu untuk dikomunikasikan dengan pihak RSCM dan tataran Kementerian Kesehatan dan lain sebagainya,” terang Wagub.

Dalam wawancara singkat tersebut, Wakil Gubernur mengungkapkan bahwa saat ini tipe Rumah Sakit provinsi tersebut masih dalam tipe C. Untuk itu Ia berharap dalam waktu dekat dapat meningkatkan tipe RSUD tersebut dari tipe C menjadi tipe B.

“Semangat kami saat ini adalah meningkatkan status Rumah Sakit dari tipe C menjadi tipe B. Nanti apabila sudah menjadi tipe B, baru secara bertahap akan ditingkatkan kembali menjadi tipe A,” ujar Abdul Fattah.

Dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam pengadaan obat, kecepatan akses akan obat dan ketepatan diperlukan oleh masyarakat. “Kalau masih melalui sistem umum pengadaan obat melalui lelang dan sebagainya, nanti prosesnya akan menjadi panjang,” ujar Wagub.

Adapun mengenai hal tersebut, Wagub menyampaikan bahwa sudah menyelesaikan seluruh dokumen yang di syaratkan untuk operasional sistem BLUD untuk kemudahan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.“Alhamdulillah seluruh tataran dokumen yang dipersyaratkan untuk dioperasionalisasikan model BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) telah selesai,” ujarnya. Ia pun menyatakan yakin di bulan November ini dalam hal operasionalisasi BLUD sudah dapat berjalan.

Lebih jauh, dalam pemerintahan, pemerintah telah mengalokasikan 20% dari anggaran sebagai bentuk support dalam hal pelayanan dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Wagub pun menyampaikan, pada saat ini pemerintah provinsi masih fokus untuk pengembangan bedah syaraf, namun kedepannya juga akan dilakukan pengembangan kesehatan untuk jantung, onkologi (tumor), dan manajemen nyeri intervensi.

“Apabila semua syarat sudah terpenuhi dan sudah dapat dilakukan disini, maka masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta, cukup di Bangka saja,” pungkas Wagub.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
khalimo
Fotografer: 
Khalimo