Wagub: Pabrik Tapioka Membantu Perekonomian Masyarakat

Riau Silip – Selain bertani lada, menjadi petani ubi kayu juga sangat bernilai ekonomis tinggi. Pasalnya pabrik pengelolaan ubi menjadi tepung tapioka sudah berdiri di Kecamatan Riau Silip. Diharapkan keberadaan pabrik tersebut dapat membantu perekonomian masyarakat yang sedang lesu saat ini.

Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, berdirinya pabrik tepung tapioka dapat membantu perekonomian masyarakat sebagai pengganti timah. Mengenai persoalan listrik di pabrik tersebut yang kurang stabil akan segera diatasi. Sedangkan masyarakat yang ingin bertanam ubi dapat memanfaatkan lahan bekas tambang timah.

“Sebelum dimanfaatkan, agar subur lahan bekas tambang timah terlebih dahulu dilakukan penghijauan. Saya akan berkoordinasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka untuk melakukan pendataan lahan yang tidak terpakai untuk penambangan timah,” jelasnya saat "Natak Kampung" di Masjid Nurul Islam, Desa Cit, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Jumat (29/5/2015).

Lebih jauh Wagub mengungkapkan mengenai kondisi perekonomian masyarakat Bangka Belitung yang sedang lesu. Hal ini mengakibatkan tindak kejahatan semakin meningkat. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, ada baiknya masyarakat mengelola lahan bekas penambangan untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

“Ini berguna mengangkat perekonomian masyarakat Bangka Belitung," tegas Wagub.

Kesempaten bertemu Wagub dimanfaatkan warga mengungkapkan aspirasi. Kegiatan yang dimotori RRI regional Sungailiat dengan DPD KNPI Bangka ini merupakan yang ketiga kalinya. Sebagaimana biasanya siaran live RRI mendapatkan perhatian masyarakat.

Sebelumnya, Mursidi warga Desa Cit mengungkapkan persoalan listrik di pabrik tapioka. Kondisi itu mengganggu aktivitas di dalam pabrik dan membuat masyarakat tidak betah bekerja. Selain memperhatikan persoalan listrik, hendaknya pemerintah menyediakan lahan untuk masyarakat bertanam ubi kayu.

Sementara Sahirman Kepala Desa Cit bercerita mengenai pengalaman selama memimpin desa. Sebelumnya Desa Cit merupakan desa yang sangat maju, karena ditunjang penghasilan tambang timah melimpah. Namun semenjak hasil tambang timah sudah mulai habis, penghasilan masyarakat menjadi menurun.

"Saya harap pemerintah dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Desa Cit supaya lebih produktif," harap Sahirman.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Reni
Fotografer: 
Karina
Editor: 
Huzari