Wagub Support Masyarakat Petani

Kimak – Swasembada beras menjadi target Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berbagai upaya dilakukan di antaranya, mencetak lahan persawahan serta memberi bantuan kebutuhan pertanian. Sejak tahun 2008 pemerintah telah mencetak lahan persawahan di Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

“Petani harus gigih bertani. Ini untuk mempertahankan ketahanan pangan, sehingga dapat meningkatkan kondisi perekonomian negeri ini,” kata Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat melakukan tanam perdana bibit padi di daerah persawahan Desa Kimak, Selasa (7/4/2015).

Kedatangan Wagub ke Desa Kimak ingin memberikan motivasi kepada masyarakat petani agar terus bercocok tanam. Pasalnya di tahun 2009, petani desa tersebut sempat mengalami gagal panen. Benih padi yang ditanam saat itu tidak tumbuh dengan baik, kerdil dan tak menghasilkan padi.

Memiliki luas wilayah 295.068 hektare, Kabupaten Bangka mempunyai potensi lahan pertanian seluas 112.284 hektare. Rinciannya, seluas 4.410 hektare berpotensi dikembangkan sebagai lahan sawah. Luas sawah yang telah tercetak 768,5 hektare, sedangkan yang belum tercetak seluas 3.623,5 hektare.

Sementara Rustamsyah Wakil Bupati Bangka mengatakan, agar berhasil memproduksi padi, sawah harus dikelola dengan baik. Pertumbuhan penduduk terus bertambah dan berdampak terhadap meningkatnya kebutuhan pangan. Jumlah penduduk 303.593 jiwa dengan kebutuhan beras per kapita per tahun 139 kg, seharusnya tersedia sekitar 42.199,4 ton beras.

“Untuk mengimbangi dan mengatasi kebutuhan pangan yang terus meningkat, ke depan sektor pertanian harus menjadi sektor ekonomi yang memiliki keunggulan,” harapnya.

Tahun 2015, sasaran atau target produksi padi sawah sebesar 3.462 ton dengan luas tanam 970 hektare. Ia menjelaskan, mempersiapkan sumber daya manusia menjadi salah langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan melipat gandakan produksi padi.

Hal senada diungkapkan Kemas Arfani Rahman Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka. Ia mengharapkan petani lebih berperan aktif dalam usaha memanfaatkan penyediaan pangan, khususnya padi. Setidaknya Desa Kimak sudah bisa swasembada pangan.

“Di tahun 2009 telah melakukan penanaman bibit padi, tetapi hasilnya tidak memuaskan dikarenakan padi tumbuh dengan kerdil dan tidak menghasilkan padi yang baik,” paparnya.

Kegagalan panen di tahun 2009 dikarenakan tanah digali menggunakan alat berat. Ia menambahkan, hal tersebut membuat lapisan asam tanah naik ke atas dan membuat kondisi tanah menjadi asam. Tak hanya itu, sebab permukaan air juga menjadi berwarna merah. Kondisi itu membuat masyarakat kecewa dan meninggalkan sawah.

“Tanah ini sudah enam tahun tidak difungsikan sebagai sawah. Secara alami tanah bisa digunakan untuk menanam padi,” ungkapnya.

Tak hanya mendapatkan dukungan pemerintah pusat dan daerah. Sebab swasembada pangan kali ini juga melibatkan personel Korem 045 Garuda Jaya melalui kegiatan Binter. TNI memiliki program ketahanan pangan bersifat intern dan ekstern. Program intern ini untuk pendampingan kepada kelompok petani secara terus menerus sepanjang tahun yang dilaksanakan satuan wilayah hingga tingkat Koramil.

Kol Inf Murlim Mariadi Danrem 045 Garuda Jaya berharap penanaman padi perdana ini merupakan implementasi untuk menyukseskan upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan. Swasembada pangan yang direncanakan harus tercapai dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, dan ini tidak mungkin terwujud jika tidak mendapatkan dukungan pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Komponen masyarakat agar melaksanakan dengan tanggung jawab, sehingga hasilnya mampu meningkatkan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Nona Dian Pratiwi
Editor: 
Huzari