Wakil Gubernur : Pemprov Babel Tunda Pelaksanaan Imunisasi MR

Pangkalpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah meresmikan Pencanangan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tetapi menunda sementara pelaksanaan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR). Pencanangan yang dilaksanakan di Lapangan Bola SD Negeri 4 pada tanggal 01 Agustus 2018 lalu ini diresmikan oleh Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat mendukung kebijakan pemerintah mensukseskan pelaksanaan kampanye imunisasi MR tahun 2018 ini. Kita menginginkan anak-anak di seluruh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai generasi penerus bangsa dapat memiliki kekebalan tubuh dan terlindungi dari penyakit measles rubella,” ungkap Abdul Fatah, pada hari Jumat (03/08/2018).

Namun demikian, dengan beredarnya surat Ketua Majelis Ulama Indonesia Nomor B-904/DP-MUI/VII/2018 tanggal 25 Juli 2018, yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan Republik mengenai himbauan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia kepada Kementerian Kesehatan untuk memastikan kehalalan penggunaan obat-obatan/vaksin yang akan digunakan dalam imunisasi measles-rubella (MR), pelaksanaan imunisasi MR di Provinsi Bangka Belitung ditunda untuk sementara.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memandang perlu untuk melakukan penundaan sementara kegiatan tersebut sampai dengan ada pernyataan ulang dari Majelis Ulama Indonesia mengenai vaksin yang digunakan untuk imunisasi MR,” jelas Abdul Fatah.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto menjelaskan bahwa kampanye imunisasi measles rubella telah dilaksanakan di Pulau Jawa tahun 2017, “Selanjutnya, untuk tahun 2018 dilakukan pelaksanaan serentak di luar Pulau Jawa, termasuk tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” jelasnya.

“Sasaran kampanye imunisasi measles rubella di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berjumlah 370.446 orang, yang terdiri dari anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. Pelaksanaannya di sekolah pada Agustus 2018 dan di posyandu, puskesmas dan pos pelayanan imunisasi yang sudah ditentukan oleh petugas pada September 2018,” jelasnya.

Mengenai penundaan sementara pelaksanan kampanye imunisasi MR, lanjut Mulyono, sebagai tindak lanjut atas kebijakanPemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah membuat surat Nomor 440/1745/Dinkes/2018 tanggal 01 Agustus perihal penundaan sementara pelaksanaan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mengajukan surat kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia untuk permohonan klarifikasi mengenai vaksin measles rubella seperti yang disebutkan dalam surat MUI. Penundaan sementara ini berlaku hingga adanya kejelasan dari MUI dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” pungkas Mulyono.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Dinda Chandralela (Pranata Humas Dinas Kesehatan)
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Fitra