Wakil Perdana Menteri Uzbekistan Kunjungi Lokasi Budidaya Lada Namang

Namang, Bangka Tengah –Wakil Perdana Menteri (PM) Uzbekistan, Zoyir Toirovich Mirzaev didampingi Gubernur dari sejumlah Provinsi di Uzbekistan, Pejabat Senior, Akademisi, Para Ahli dan Praktisi Pertanian mengunjungi lokasi pembudidayaan tanaman Lada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang berada kawasan Hutan Pelawan, Namang Kabupaten Bangka Tengah.

Dalam kunjungan ke Lokasi Budidaya Lada Soll Marina itu, Wakil PM Uzbekistan dan rombangan, didampingi secara langsung Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), H. Abdul Fatah, sejumlah Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Babel, Sekda Kabupaten Bangka Tengah, dan unsur Forkopimda Babel.

Di lokasi budidaya lada, Zoyir Toirovich diberikan penjelasan mengenai komunitas asli Babel tersebut, mulai dari pembibitan hingga proses panen. dari Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Babel, Ir.Wahyu Wibawa, sekaligus bersantap siang di Pondok yang berada di tengah-tengah Hutan Pelawan.

Sebelum meninjau tanaman Lada, Wakil PM Uzbekistan dan rombongan, dibawa berkeliling Hutan Pelawan. Di tempat ini, rombongan berkesempatan melihat dan masuk ke Hutan Pelawan yang memiliki ekosistem Pohon Pelawan, Madu Pelawan, serta Jamur “Kulat” Pelawan.

Selain melihat langsung cara budidaya Lada, dan berliling dalam Hutan Pelawan, di lokasi yang sama Wakil PM Republik Uzbekistan juga mengadakan pertemuan dengan Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah, membahas berbagai kebijakan Pemerintah Daerah serta Peluang Kerjasama khususnya di Bidang Pertanian.

Dalam Wawancaranya dengan sejumlah awak media, Wakil Perdana Menteri Uzbekistan, Zoyir Toirovich Mirzaev mengatakan, tujuan dari kunjungan ini adalah untuk membangun kerjasama, bukan hanya dari sisi pertanian saja,  tetapi tidak menutup semua sektor.

“Kunjungan ini dilaksanakan juga Karena indonesia mayoritas penduduk Islam di Dunia, sedang Uzbekistan adalah jumlah penduduk Islam terbesar di Asia Tengah. Kemarin kami bertemu dengan Presiden Jokowi bahwa kami nyatakan kami bangun kerjasama, dan Presiden Jokowi memerintahkan kementerian untuk mendukung semua itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kunjungan ini juga mempunyai makna untuk mempererat tali silaturahmi Uzbeskistan dan Indonesia, karena tidak semua masyarakat tahu bahwa Imam Albukhori lahir, besar dan meninggal di Uzbekistan.

Langkah kerjasama yang diambil setelah produk Agricultur Lada ini Pihak Uzbekistan juga  membidik sawah padi, perikanan, paper dan chilipaper, kehutanan dan pariwisata, serta pengembangan produk pertanian lainnya.

Dalam kesempatan itu, Ia mengaku sangat senang, makan bersama, yang menunjukkan budaya tamu adalah sebuah keluarga.

“Besok (24-8-2018), kami dengan pemerintah Indonesia akan melakukan MoU di Jakarta, salahsatunya adalah dengan Pemprov Babel mengenai kerjasama  pertanian dan wisata,” ungkapnya.

Selama ini, kata dia, kerjasama yang telah terjalin dengan Pemerintah Indonesia adalah Ekspor lada dan palm oil, sebagiannya merupakan produk dari Babel. “Dengan kerjasama ini, dimungkinkan akan ada volume pertambahan ekspor,” ujarnya.

Sementara itu, Wagub Abdul Fatah menyatakan, setelah melihat secara langsung, Uzbekistan akan mencoba apakah layak dikembangkan Lada ini di Uzbekistan.

“Hal ini, sesuai dengan program strategis Pemprov Babel, di mana salah satu program strategisnya yaitu Pertanian, Perkebunan, ditambah dengan kepariwisataan,” kata Wagub.

Dihadapan Wakil PM Uzbekistan, Wagub juga Beliau menyampaikan bahwa Babel punya 3 program strategis, yaitu Pertanian, Perkebunan dan Pariwisata. “Untuk berpariwisata, kita ada Pantai, Hutan dan Geopark, yang akan sebentar lagi diresmikan,” terang Wagub.

Di tempat yang sama, Widiyanto dari Biro Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pertanian Republik Indonesia, mengatakan, ini adalah Kunjungan kehormatan bukan setingkat kepala negara, mereka ingin penguatan bilateral Indonesia dan Uzbekistan yang telah terjalin untuk beberapa sector.

Namun, katanya, ada beberapa hal kerjasama di bidang tertentu, yaitu kehutanan,  pertanian dan KKP yang perlu penguatan, dan terbukti adanya kunjungan tersebut.

“Di Kementerian Pertanian membuka diri dengan bekerjasama negara manapun, dengan prinsip saling mengsama-untungkan. Dalam hal ini, ada ketertarikan mereka untuk beberapa komoditas strategis kita diantaranya Lada dan Cabe,” ungkap Widiyanto.

“Kita berusaha memperkenalkan potensi, memperlihatkan kelebihan yang kita miliki dari hulu dan hilir, lapangan, penanaman, keprofesionalan petani serta keberpihakan  pemda terhadap pembinaan komoditas tersebut,” timpalnya.

Ia mengharapkan, adanya penetrasi pasar atau market akses atas komoditas tersebut, maupun komoditas lain, agar bisa bersaing di tingkat internasional. “Mudah-mudahan dengan upaya yang dilakukan segenap elemen, dapat membuka pasar ke Uzbekistan, sehingga Pasar di wilayah sekitar Uzbekistan juga akan terbuka,” katanya.

Sementara Zaiwan, Pengelola Hutan Pelawan yang turut menemani Kunjungan tersebut mengatakan, dalam Satu bulan ini, setidaknya sudah 18 negara yang mengunjungi Budi Daya Lada di tempat ini. Para pengunjung luar negeri tersebut pada umumnya kagum akan lada Bangka Belitung yang rasanya berbeda dengan lada yang selama ini mereka konsumsi. Perberbedaan itu, katanya, terletak pada rasa pedasnya.

Setelah melakukan kunjungan langsung ke lokasi Budidaya Lada di Namang, Wakil PM Uzbekistan beserta rombongan, menyempatkan diri mengunjungi salah satu Distributor Lada yang ada di Kota Pangkalpinang.(Lulus).

Sumber: 
Biro Humas & Protokol Setda Babel
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad S