Warga Kemuja Antusias Peringati Maulid Nabi

KEMUJA - Dalam rangka memperingati Maulid Muhammad SAW, warga Desa Kemuja menggelar "Festival Seni Budaya Islam Dan Festival Budaya Melayu Bangka Belitung" yang berlangsung dari tanggal 18 November hingga 1 Desember 2017. 

Tradisi kegiatan perayaan ini adalah giat rutin yang dilaksanakan dan menjadi moment yang ditunggu-tunggu masyarakat kemuja dan sekitarnya juga desa lain di Bangka Belitung. Dengan tidak meninggalkan tujuan utamanya sebagai peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tahun ini gelaran mengangkat Tema "Menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai motivasi guna menciptakan generasi yang unggul dan islami untuk mencapai rahmatan lil'alamin".

Rangkaian kegiatan antara lain adalah Lomba Rebana Anak-Anak, Lomba Rudat, Lomba Hadroh, Lomba Dambus dan Lomba Rabana Dewasa hingga Pameran dan Dialog Budaya. Selain itu, sebelum puncak acara yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2017 mendatang, pada penghujung rangkaian kegiatan akan dipecahkan pula rekor MURI dengan konten Tudung Saji Terbesar yang terbuat dari Daun Mengkuang. Tudung saji ini akan dibuat berdiameter 5 meter dan tinggi 3 meter.

"Sebelumnya di Bangka Belitung pernah mendapat Rekor MURI untuk pembuatan tudung saji seperti ini, dan Desa Kemuja akan memecahkan rekor tersebut dari segi ukurannya," ungkap Rahmadi Wakil Ketua Karang Taruna Desa Kemuja. 

Ditemui di sela-sela pelaksanaan Dialog Budaya, Senin (27/11/2017) malam, Rahmadi mengatakan bahwa kegiatan terselenggara atas dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak. Selain dukungan dari tokoh-tokoh agama, budayawan dan Karang Taruna Desa Kemuja sendiri, acara Festiva Seni Budaya Islam dan Festival Budaya Melayu Bangka Belitung juga didukung oleh Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Ketika acara ini digelar, antusias masyarakat sangat tinggi. Dan ini merupakan bentuk nyata masyarakat Kemuja bahwa budaya ini harus dilestarikan karena banyak generasi muda yang tidak mengetahui kearifan lokal Bangka Belitung," ujar Rahmadi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
nonadp
Fotografer: 
nonadp