Waspadai Penyakit Hipertensi dan Diabetes

Pangkalpinang – Masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung banyak menderita penyakit hipertensi dan diabetas. Hasil penelitian Kementerian Kesehatan RI memberi Bangka Belitung predikat tingkat pengidap penyakit hipertensi dan diabetes tertinggi di Indonesia. Penyakit hipertensi dinilai cukup berbahaya, pasalnya bisa memicu serangan jantung hingga menyebabkan stroke.

Pemerintah kabupaten/kota diminta serius menangani penyakit tidak menular (PTM) tersebut. Mulyono Susanto Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, penyakit hipertensi dapat menyebabkan penyakit jantung hingga stroke, dan ini akibat pola makan tidak sehat. Penanganan penyakit ini sangat penting, salah satu cara menjaga pola makan.

"Kita termasuk daerah dengan angka penderita hipertensi tertinggi secara nasional, penyakit diabetes juga tertinggi. Angka kecelakaan juga tertinggi ke empat secara nasional," ujarnya Sosialisasi Mengenai PTM di gedung pertemuan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (18/5/2015).

Hal senada disampaikan Bahuri Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Menurutnya, jika PTM tidak ditangani sejak dini akan berdampak sangat serius bagi kesehatan. Berbagai PTM mempunyai dampak serius yakni, penyakit jantung, stroke, diabetes militus, kanker, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan gangguan akibat kecelakaan dan kekerasan.

Kegiatan sosialisasi ini guna mengantisipasi mengendalikan penyakit tersebut. Ia menambahkan, harus membangun kesadaran bersama untuk menangani PTM, terutama mengendalikan pola makan dan menjaga kesehatan fisik. PTM dapat mempengaruhi kondisi perekonomian seseorang, contohnya jika seseorang mengidap penyakit hipertensi atau diabetes harus mengeluarkan uang untuk membeli obat.

"Pengendalian PTM sangat bisa dilaksanakan oleh instansi masing-masing. Diharapkan ke depan semakin sedikit penderita baru penyakit tidak menular ini," harap Bahuri.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Chandra
Fotografer: 
Chandra
Editor: 
Huzari