Wisata Pulau Leebong Belitung Memikat Hati Para Mahasiswa AIESEC

BELITUNG- – Organisasi internasional para pemuda yang tergabung dalam AIESEC (Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales) merupakan salah satu organisasi kepemudaan non-profit yang terbesar di dunia. Dimana organisasi ini mempersiapkan para pemuda dalam pengembangan kepemimpinan dan pelatihan pertukaran kebudayaan. Namun lebih jauh, para pemuda ini difokuskan agar dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Awal tahun 2018 ini, 7 tujuh orang pemuda dari berbagai negara seperti Slovakia, Algeria, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, dan China yang tergabung dalam AIESEC berkunjung ke Bangka Belitung kurang lebih selama sebulan sejak tanggal 11 Januari hingga 25 Februari 2018, dengan leading sector Dispora provinsi Babel khususnya di bidang kepemudaan.

Pada tanggal 4-11 Februari kegiatan AIESEC tersebut difokuskan di Kabupaten Belitung dan salah satunya adalah mengunjungi destinasi wisata baru  yakni Pulau Leebong yang mulai diresmikan sejak April 2016.

Para mahasiswa AIESEC ini melakukan berbagai kegiatan saat mengunjungi Pulau Leebong, seperti berkunjung ke Pulau Pasir, bermain kayak, menyusuri pohon bakau, dan juga berkumpul bermain musik dengan api unggun di malam hari.

Salah satu keunikan yang menjadi daya tarik di Pulau Leebong ini adalah terdapat beberapa rumah pohon yang menghadap langsung ke pantai, gazeebo di atas laut, dan juga terdapat banyak bintang laut yang bisa ditemukan di sepanjang Pantai Chichas yang landai dan menghampar indah. Para peserta AIESEC ini sepakat, bahwa saat ini Pulau Leebong merupakan tempat favorit mereka dalam berbagai kunjungan yang dilakukan sejak kedatangan mereka ke Babel.

Christine, mahasiswa AIESEC dari Jerman bercerita proyek yang sedang dilakukannya adalah untuk membantu pariwisata di Bangka Belitung agar menjadi lebih dikenal oleh turis asing.

“Saya dan teman-teman membuat proyek untuk Bangka Belitung dengan membuat foto-foto, video, dan dibagikan pada sosial media kami sebagai media promosi. Saya sendiri benar-benar terkesan dengan keindahan Bangka Belitung dan juga keramah-tamahan masyarakat di sini,” ujar Christine.

Ia pun menambahkan,  merasa ada yang kurang seperti kartu pos yang unik yang dapat dikirimkan kepada keluarga atau kerabat di negaranya.

“Kartu pos dengan pemandangan destinasi wisata yang dikunjungi dapat menjadi media promosi yang bagus, sayangnya saya tidak bisa mendapatkannya disini. Karena walaupun hal tersebut merupakan media konvensional, tetapi cukup efektiv bagi kami sebagai turis Eropa. Kartu pos ini bisa menjadi oleh-oleh yang cukup spesial bagi penerimanya,” kata Christine saat bersiap untuk menikmati sarapan pagi.

Pada kesempatan yang lain, Xiao Jue Gan dari negara Malaysia, mengatakan bahwa Bangka Belitung memiliki potensi besar dalam perkembangan pariwisata, namun dari sisi sumber daya manusia Ia merasa masih perlu pembenahan.

“Saya berusaha untuk membantu masyarakat lokal untuk lebih berani berbicara dalam Bahasa Inggris, karena hal tersebut dapat mempermudah suatu daerah pariwisata berkembang, turis asing akan semakin nyaman untuk berinteraksi dengan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih jauh Ia berharap transportasi umum di Bangka Belitung juga bisa dapat dikembangkan menjadi lebih baik dan mudah didapat dengan jadwal yang jelas.

“Saya rasa dengan kemudahan akses transportasi akan mempermudah para turis ini untuk dapat berkeliling secara mandiri di Bangka Belitung ke tempat-tempat destinasi seperti Munjang Mangrove dan Danau Kaolin yang indah,” pungkas Xiao Jue Gan.

Sementara Kadiskepora Babel Suharto menyatakan, keberadaan AIESEC di Kepulauan Bangka Belitung sekitar sebulan salah satunya adalah untuk memperkenalkan budaya dan pariwisata khususnya khasana kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Babel. "Apabila tiap mahasiswa dari berbagai negara itu mempromosikan Bangka Belitung ke negaranya masing-masing maka akan sangat berdampak besar bagi Babel," ujar Suharto.

Untuk itu Suharto juga menyatakan kegiatan ini perlu disosialisasikan dan diinformasikan kepada masyarakat Bangka Belitung agar dapat menjadi tuan rumah yang baik.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
khalimo
Fotografer: 
khalimo
Editor: 
Irwanto