Yan Megawandi: Semua Stakeholder Pendidikan Bangun Sinergi Yang Bagus, Efektif dan Powerfull

PANGKALPINANG- Dunia pendidikan sangat penting bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, apalagi dengan adanya Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menggeser kewenangan bidang pendidikan menengah dari kewenangan daerah Kabupaten/Kota menjadi kewenangan daerah Provinsi.

“Pada tahun 2017, anggaran pendidikan mendapat porsi sekitar 28,6% dari APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ungkap Sekda Babel Yan Megawandi, saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Implementasi Kurikulum 2013 dan Peningkatan Mutu Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2017, Rabu (29/03/2017) di Gedung LPMP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Rapat Koordinasi Persiapan Implementasi Kurikulum 2013 dan Peningkatan Mutu Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2017, dilaksanakan dari tanggal 29 Maret 2017 sampai 1 April 2017, dengan tema "Sinergitas Peran Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan yang Merata, Berkeadilan dan Bermutu".

Yan Megawandi mengharapkan pada rakor ini semua stakeholder di bidang pendidikan di Provinsi Babel bisa bersatu padu membangun sinergi yang bagus, efektif dan powerfull supaya anak didik mendapat tempat yang pertama dan utama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

“Semua yang telah kita siapkan baik itu kurikulum, tenaga  pendidikan, sarana prasarana termasuk metode belajar mengajar di kelas, outputnya tidak lain untuk menggenjot mutu pendidikan di daerah kita. Bagaimana kita bisa berkontribusi, pertama bagaimana Kabupaten/Kota bisa berkontribusi bagi mutu pendidikan di tingkat Provinsi, kemudian bagaimana ke 34 Provinsi bisa bersinergi dan berkontribusi bagi mutu pendidikan di tingkat Nasional. Hanya dengan hal-hal seperti ini kita bisa mengejar ketertinggalan kita, terutama di bidang pendidikan.” lanjut Yan Megawandi.

Ia menambangkan untuk Indeks Pembangunan Manusia, Provinsi Bangka Belitung berada di tingkat menengah di antara 34 Provinsi di Indonesia, Babel masih lemah di bidang pendidikan karena rendahnya lama pendidikan dan angka drop out yang masih cukup tinggi.

Tantangan kedepan bagi tenaga pendidik akan sangat menantang, dimana teknologi sudah maju, anak didik banyak mendapat ilmu dari gagdet. Apabila tenaga pendidik terlambat mengadopsi, menerapkan dan mengantisipasi perkembangan teknologi, bukan tidak mungkin sumber ilmu yang ditawarkan tenaga pendidik, akan ditinggalkan anak didik.

“Mari kita bersama-sama mempelajari fenomena perubahan, hanya orang-orang yang bisa mengadaptasi perubahan yang menjadi pemenang,” lanjut Yan Megawandi

Yan Megawandi mengharapkan agar jalinan kerjasama antara LPMP dengan Dinas Pendidikan dan stakeholder terkait di bidang pendidikan semakin bagus kerjasamanya dan Pemprov Babel sendiri berharap sinergitas berlangsung secara baik dan semakin efektif ke depannya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizkyf
Fotografer: 
Rizkyf
Editor: 
Suci Lestari