Yan Megawandi : Tujuh Hal Yang Dibutuhkan Dalam Sosok Birokrat dan ASN

PANGKALPINANG - Selasa (25/07/2017) pagi, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan pembukaan Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan Tingkat III angkatan ke XIX tahun 2017, yang berlokasi di ruang aula BKPSDM. Diklatpim III tersebut diperuntukan kepada para calon pejabat Eselon III, dimana kegiatan tersebut akan berlangsung selama kurang lebih 4 bulan kedepan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yan Megawandi yang mewakili Gubernur Babel, menyampaikan kepada para peserta beberapa hal mengenai sosok birokrat dan Aparatur Sipil Negara yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Hal ini ditujukan, agar para birokrat dan ASN dapat membenahi diri dalam era modern untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Ada 7 hal yang penting untuk diperhatikan dalam menunjang birokrat dan ASN yang tangguh yang disampaikan oleh Yan, diantaranya adalah; Kepedulian, Sikap Unggul, Transformatif, professional, Integritas, Visi Kebaharuan, dan Agen dari demokratif government.

Dalam aspek kepedulian, Yan mengungkapkan bahwa seorang birokrat dan ASN harus memiliki tingkat kepedulian yang tinggi. Kepedulian yang berpihak kepada golongan yang termarjinalkan, yaitu golongan yang tidak atau belum tersentuh oleh program-program yang diajukan oleh pemerintah. “Hal ini dapat terlihat melalui index gini, dimana semakin besar kesenjangannya semakin mendekati angka 1, semakin kecil kesenjangannya semakin mendekati angka 0. Bangka Belitung memiliki index gini terendah di Indonesia yang hanya berada pada 0,37 dan 0,38,” ujar Yan. Ia pun berharap hal ini dapat dipertahankan.

“Program-program yang dilakukan oleh presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla seperti Indonesia Pintar, Indonesia Sehat merupakan bagian dari bentuk kepedulian kita untuk mengangkat derajat orang-orang yang termarjinalkan,” lanjut Yan.

Dalam hal sikap unggul, Yan menyampaikan bahwa ASN dan birokrat harus unggul dalam perilaku dan pelayanan. “Kita ingin sosok ASN kedepan mampu menjadi sikap teladan dalam setiap kesempatan. Yang juga unggul dalam tiga hal yaitu, efisiensi dalam bekerja, daya saing, dan daya tahan dalam mempertahankan kinerja untuk tidak turun tetapi semakin meningkat,” tuturnya.

Selanjutnya dalam hal transformatif, Ia menekankan bahwa kedepannya perlu mengubah kepada pola pelayanan untuk melayani publik yang lebih baik. “Jaman sekarang sudah berubah, sudah tidak jamannya lagi untuk jadi pejabat yang petantang-petenteng, tapi jadilah pejabat yang memberikan pelayanan terbaik kepada publik,” ungkap Yan.

Kemudian dalam hal professionalisme, Yan mengatakan bahwa profesionalitas tersebut tidak dapat ditingkatkan dengan melakukan hal-hal yang rutin. “Professionalisme ditingkatkan melalui mutu kualitas cara berpikir, cara penanganan dan penyelesaian masalah. Pendidikan dan pelatihan peningkatan pengetahuan perlu dilakukan terus menerus untuk menunjang peningkatan wawasan untuk seluruh aparatur di babel,” ujarnya.

Yan Megawandi juga mengatakan bahwa memiliki integritas pada PNS dan ASN merupakan hal yang penting. Karena itu Gubernur mewajibkan para pejabat eselon II untuk menandatangani pakta integritas agar para birokrat dapat bekerja dengan lebih tertib.

Lebih jauh untuk Visi kebaharuan modernitas, sangat dibutuhkan para pejabat tersebut agar cepat dan tanggap dalam alur informasi dan respon kepada publik. “Informasi Teknoligi merupakan salah satu piranti kedepan untuk meningkatkan kapasitas dan mutu layanan kita kepada masyarakat,” imbuh Yan.

Dan yang terakhir yang juga mendapat perhatian dari Yan adalah para birokrat dan ASN ini dapat menjadi agen dari demokratif government. Dengan cukup memperhatikan paling tidak tiga hal dalam delapan filosofi good governance, TPA (Transparansi, Participatif, dan Akuntabel). “Lakukan pekerjaan kita dengan transparan, supaya orang dapat memberikan koreksi, masukan, tahu bagaimana cara kita melaksanakan tugas, dan tahu cara membantu kita melaksanakan tugas. Partisipatif yang dapat mengundang dan melibatkan masyarakat. Terakhir adalah akuntabilitas, semua tindakan kita harus dapat dipertanggung jawabkan,” tutup Yan.

Apabila dapat diwujudkan tujuh hal tersebut, maka ASN dan birokrat di Babel ini dapat menjadi pribadi yang tangguh dan teladan. (K5)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
khalimo
Fotografer: 
Khalimo