Koperasi Jantungnya Roda Perekonomian Bangsa

Oleh: Adi Tri Saputra
Pranata Humas Diskominfo Provinsi Babel
Anggota Pemuda Pancasila Provinsi Babel


Tanggal 12 Juli menjadi momentum Bangsa Indonesia dalam memperingati hari lahirnya Koperasi. Koperasi bagaikan jantungnya ekonomi bangsa Indonesia. Setiap pergerakan turun naiknya perekonomian seakan terus berpacu bersama jantungnya koperasi. Koperasi telah menjadi salah satu penggerak terbesar roda perekonomian bangsa.

Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.

Di Indonesia, ide-ide perkoperasian diperkenalkan pertama kali oleh oleh R. Aria Wiriatmadja patih di Purwokerto. Koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama.Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Berdasarkan Data Kementerian Koperasi dan UKM serta BPS dari tahun ke tahun, tepatnya tahun 2014, kontribusi koperasi terhadap PDB Nasional sejumlah 1,71 persen, selanjutnya tahun 2016 sudah meningkat menjadi 3,99 persen dan tahun 2017, kontribusi koperasi terhadap PDB nasional sudah meningkat lagi sebesar 4,48 persen.
Seperti apa pergerakan Koperasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung? Berdasarkan data Departemen Kementerian Koperasi, Pertumbuhan Koperasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada tahun 2017 jumlah koperasi berjumlah 981 koperasi, dimana koperasi yang aktif sebanyak 744 dan 237 koperasi tidak aktif. Sedangkan pada tahun 2018 jumlah koperasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sedikit meningkat berjumlah 996 dengan jumlah koperasi aktif sebanyak 714 koperasi, sedangkan koperasi yang tidak aktif 282 koperasi.

Naik turunnya jumlah koperasi yang ada disebabkan adanya koperasi aktif menjadi tidak aktif sehingga di lakukan pembubaran.
Begitu besarnya peran dan kontribusi koperasi bagi keberlangsungan roda perekonomian saat ini, terlepas dari keterkaitan akan roda perekonomian. Tanpa bisa dipungkiri, koperasi secara perlahan terus memberikan kontribusi positif bagi roda perekonomian bangsa, ekonomi rakyat seperti dunia usaha yang menjadi anggota koperasi pun tentunya ikut merasakan dampak positif dengan hadirnya koperasi.

Pentingnya peran Koperasi bagi keberlangsungan Perekonomian sosial sesuai dengan amanat dalam UUD 1945 Pasal 33, menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah: 1) Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka; 2) pengelolaan dilakukan secara demokrasi; 3) pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota; 4) Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal; 5) Kemandirian; 6) Pendidikan perkoperasian; 7) Kerjasama antar koperasi.

Menjamurnya pergerakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi peluang tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat saat ini. Kemandirian para pelaku usaha secara perlahan membuka gerbang terbukanya lapangan usaha baik dibidang produksi, pemasaran maupun jasa.

 Terbangunnya ekonomi kreatif di berbagai kalangan masyarakat yang bergerak di tingkat usaha, baik usaha skala kecil, menengah maupun skala besar. Saat ini, dimana Era serba digitalisasi saat ini, menjadi tantangan yang besar bagi dunia koperasi. Efesien dan efektif serta cepat dan tanggap menjadi tuntutan yang wajib bagi koperasi, dibutuhkannya reformasi koperasi dimulai dari koperasi skala kecil hingga besar dalam menghadapi era globalisasi.

Begitu besarnya peran koperasi terhadap keberlangsungan usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbukti, hingga tahun 2018 pertumbuhan UMKM di Provinsi Bangka Belitung semakin meningkat, jumlah UMKM di Bangka Belitung sebanyak 180.509, yang terdiri dari Kota Pangkalpinang 17.308, Kabupaten Bangka 3.617, Kabupaten Belitung 20.491, Kabupaten Bangka Barat 23.813, Kabupaten Bangka Selatan 6.593 dan Kabupaten Belitung Timur 18.891.

Pelayanan dan kinerja Koperasi yang profesional dan berkualitas menjadi tolak ukur keberhasilan koperasi tersebut. Pola pikir dari setiap anggota koperasi dalam membangkitkan eksistensi dan marwah koperasi harus sesuai dengan misi dan visi yang ada, sehingga terwujudnya kesejahteraan bersama dalam mewujudkan ekonomi nasional.

 Selamat Hari Koperasi Nasional Ke- 71.(****).


Tulisan ini Pernah dimuat di Harian Rakyatpos pada tanggal 17 Juli 2018

Penulis: 
Adi Tri Saputra Pranata Humas Diskominfo Pemprov Babel
Sumber: 
Diskominfo