Wagub: Lindungi Anak Babel dari Pneumonia dengan Imunisasi PCV

PANGKALAN BARU - Upaya perlindungan terhadap anak-anak Provinsi  Kepulauan Bangka Belitung agar terhindar dari pneumonia adalah dengan memberikan imunisasi pneumokokus konjugasi (PCV). Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah saat memberikan arahan pada kegiatan Pertemuan Orientasi dalam Rangka Program Demonstrasi Imunisasi Pneumokokus bagi petugas kesehatan dan lintas sektor lintas program terkait di Hotel Novotel. (10/09/2019).

"Pneumonia atau radang paru merupakan penyebab utama kematian balita di dunia. Di Indonesia, pneumonia juga sangat endemis. Menurut Riskesdas 2013, prevalensi pneumonia di Indonesia adalah 4,5 persen dengan insidens tertinggi pada balita kelompok usia 12-23 bulan, yakni 21,7 persen," ungkap Fatah.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lanjut Fatah, memberi dukungan sepenuhnya kebijakan pemerintah pusat untuk menyukseskan pelaksanaan perluasan pelaksanaan imunisasi PCV di seluruh kabupaten/kota. "Hal ini merupakan bentuk proteksi kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Kita ingin anak-anak kita dapat memiliki kekebalan tubuh dan terlindungi dari penyakit pneumonia yang banyak menyerang anak di berbagai wilayah di seluruh indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," jelasnya.

"Vaksin PCV ini aman dan efektif serta telah diintroduksi di 142 negara. Di Indonesia, vaksin ini sudah mendapat izin edar dari BPOM dan sudah digunakan di layanan swasta selama lebih dari sepuluh tahun," imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, harus dilakukan kegiatan promotif sehingga tidak ada lagi keraguan untuk pelaksanaannya. "Saya mengajak pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, PD lintas sektor terkait, pihak swasta, dan seluruh masyarakat agar berpartisipasi aktif menyebarluaskan informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat tentang pelaksanaan PCV," tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto menjelaskan bahwa pelaksanaan demonstrasi imunisasi PCV di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah mulai dilaksanakan pada akhir tahun 2018 dan awal tahun 2019. "Kegiatan tersebut sudah dijalankan di tiga kabupaten/kota, yaitu Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, dan Kabupaten Bangka Tengah," rincinya.

"Selanjutnya, mulai Oktober ini akan diperluas di empat kabupaten, yaitu Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, dan Belitung Timur," ungkapnya. 

"Kami sangat mengapresiasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang  bekerja sama dengan Clinton Health Accses Intiative (CHAI) karena Provinsi Kepulauan  Bangka Belitung terpilih menjadi target kedua pelaksanaan setelah Nusa Tenggara Barat," lanjut Mulyono. 

"Perluasan pelaksanaan demonstrasi imunisasi PCV di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tentunya akan memberikan kekebalan kelompok secara menyeluruh kepada anak-anak kita terhadap penyakit penumonia (radang paru) yang berbahaya," pungkas Mulyono. 

Sumber: 
Dinkes Babel
Penulis: 
Adinda Chandralela